HABADAILY.COM - Kendati harga emas melonjak di Provinsi Aceh, namun Kemenag Aceh Besar memastikan bahwa tren ini tidak berdampak pada tingkat pernikahan di wilayah tersebut.
Menurut Kepala Kankemenag Aceh Besar, Saifuddin, jumlah pernikahan di wilayah tersebut masih berjalan normal meskipun terjadi kenaikan harga emas. Pada bulan Maret, terdapat 31 peristiwa pernikahan di Aceh Besar, sedangkan hingga 19 April 2024, angka tersebut meningkat menjadi 68 peristiwa.
"Meskipun harga emas naik, pencatatan pernikahan di Aceh Besar tetap normal. Penurunan pada bulan Maret adalah hal biasa karena bulan Ramadhan, bukan karena kenaikan harga emas. Ini merupakan hal yang lumrah terjadi setiap Ramadhan," kata Saifuddin, Minggu, 21 April 2024.
Dia menjelaskan bahwa setelah lebaran Idulfitri, angka pernikahan kembali normal. Hal ini terlihat dari peningkatan pendaftaran pernikahan di seluruh KUA di Aceh Besar.
"Selama bulan April atau setelah Idulfitri, jumlah pernikahan malah meningkat. Hingga pertengahan April, sudah ada 68 pasangan yang menikah di berbagai KUA. Data bulan April akan direkap kembali pada awal Mei nanti," katanya.
"Sabtu dan hari ini juga banyak pernikahan di wilayah Aceh Besar, dan beberapa di antaranya adalah pernikahan yang direkomendasikan pindah dari Aceh Besar ke wilayah lain," tambahnya.
Saifuddin juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan pencatatan pernikahan di KUA kecamatan. Pernikahan di KUA tidak hanya mudah, tetapi juga gratis bagi yang menikah di kantor dan pada hari kerja. Namun, untuk pernikahan di luar kantor dan di luar jam kerja, dikenakan biaya Rp 600 ribu. []