HABADAILY - Bergerak lincah dan memiliki suara merdu yang khas serta fisik menawan menjadikan burung murai batu sebagai salah satu burung idaman para penghobi.
Di Aceh Besar, Maimun melihat peluang ini dan menjadikan halaman belakang rumahnya sebagai tempat penangkaran burung murai batu.
Gelantungan sangkar serta jejeran kandang berisi satu hingga tiga ekor murai batu yang merupakan hasil penangkaran yang dijalankan sejak 2018 silam.
Saat ini maimun memiliki seratus lebih burung dengan berbagai usia, dan merupakan jenis murai batu asli Aceh.
Burung jenis murai batu Aceh diklaim memiliki kelebihan karena suaranya yang lebih tinggi serta warnanya yang menarik.
Maimun mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam merawat burung-burung ini.
Ia hanya perlu memberi makan burung dewasa dua kali sehari, yakni pagi dan sore hari.
Khusus untuk anakan, proses perawatan dilakukan sendiri oleh indukannya, hingga usianya cukup untuk kemudian ditempatkan pada kandang terpisah.
Sementara untuk mendukung nutrisi murai batu, maimun turut juga membudidayakan jangkrik sebagai sumber makanan burung tersebut.
Hasil penangkaran murai batu Aceh yang dijalankan maimun pun kini sudah dipesan ke berbagai provinsi di Indonesia.
Beberapa diantaranya juga diikutkan dalam kontes burung berkicau.