Terkait Kasus Dugaan Penganiayaan dan Pembunuhan Warga Aceh
Ini Penuturan Ibu Korban Terkait Pembunuhan Pemuda Asal Bireuen di Jakarta
BACA JUGA: Begini Kata Mayjen Rafael Terhadap Anggota Paspampres Aniaya Warga Aceh Hingga Meninggal
Dengan penuh harap, ibu korban memohon agar penyiksaan terhadap putranya segera dihentikan. “Saya minta jangan menyiksa anak saya dan uangnya sedang saya usahakan,” ucapnya.
Setelah itu, sebut Fauziah, dirinya putus komunikasi dengan putranya yang diculik oknum TNI tersebut. “Teman-temannya juga kehilangan kontak dengan anak saya, sehingga kami memutuskan berangkat ke Jakarta,” imbuhnya.

Sementara itu, para kerabat Imam Masykur yang mengetahui kejadian penculikan tersebut terus melakukan pencarian. “Namun kami tidak menemukan titik terang, kami tidak punya petunjuk tentang lokasi penyekapan korban,” sebut Bahri, pemuda Aceh di Jakarta.
Tak sampai di situ, ungkap dia, para kerabat korban yang geram melihat video penyiksaan Imam Masykur tak henti-henti melakukan pencarian dengan fasilitas yang memadai. “Tapi tetap saja tak kunjung membuahkan hasil. Hingga hari kedua pencarian, Imam Masykur belum ada kabar keberadaannya,” tutur Bahri.
Selanjutnya keluarga korban meminta bantuan ke Polda Metro Jaya untuk melakukan pencarian bersama-sama dengan kerabat korban. “Pencarian terus kami lakukan. Akhirnya, pada hari ke-13 Imam Masykur berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Mayat korban dibuang di daerah Karawang dengan kondisi sangat mengenaskan,” imbuh kerabat korban tersebut.