HABADAILY.COM—Zullaida Yahya (52), janda miskin di Tanjong Beuridi Kecamatan Peusangan Selatan, Bireuen, mengahrapkan perhatian pemerintah untuk membantu perbaikan rumahnya sehingga layak huni.
Menurut Zullaida, sebelumnya ia sudah mendapat bantuan rumah rehab dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). “Namun sampai sekarang kami belum bisa menampati rumah tersebut karena masih banyak yang perlu diperbaiki,” katanya, Kamis (26/1/2023).
Walau demikian, Zullaida Yahya mengaku sangat berterima kasih kepada pihak yang memperjuangkan bantuan rumah rehab untuk keluarganya. “Paling tidak, kondisi rumah sudah lebih baik dari sebelumnya,” sebutnya.
Dia menjelaskan, bantuan rehab rumah yang diterimanya Rp20 juta tidak mencukupi perbaikan rumahnya yang sudah keropos di sana sini. “Ketika rumah saya dibongkar , ternyata sangat banyak yang harus direhab. Jadi hanya direhab sesuai anggaran yang ada,” kata Zullaida.
Pantauan media ini, kondisi rumah janda miskin ini memang belum layak huni. Dinding belakang dan samping rumah tersebut belum terpasang , lantai belum dicor, serta belum memiliki pintu dan jendela. “Masih membutuhkan biaya yang banyak untuk melanjutkan rehab rumah ini,” katanya.
Dengan penghasilan sehari-hari yang tidak tetap, kata Zullaida, dirinya sudah tidak sanggup melanjutkan rehab rumah tersebut hingga layak huni. “Untuk kebutuhan sehari-hari saja sulit dan sering tidak cukup, apalagi untuk biaya lanjutan rehab rumah,” tuturnya.
Diakuinya, selama ini dia sudah berusaha untuk melanjutkan rehab rumah tersebut, namun sekarang sudah tidak sanggup lagi karena tiada sumber pemasukan. “Makanya sampai sekarang saya dan anak harus menumpang di rumah keluarga,” ungkap Zullaida.
Karena itu, saat ini dia sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah dan dermawan agar rehab rumah tersebut bisa dilanjutkan. “Saya berharap bisa segera menempati rumah itu, tapi dengan kondisi demikian tentu belum berani menempatinya. Apalagi saya hanya seorang janda,” pungkas Zullaida.[]