Abu Suhai Kecam Upaya Perampasan Lahan Petani di Pinto Rimba

January 22, 2023 - 17:07
Wakil Ketua DPRK Bireuen Suhaimi Hamid alias Abu Suhai.

HABADAILY.COM—Wakil Ketua DPRK Bireuen Suhaimi Hamid mengecam upaya pihak tertentu yang ingin merampas lahan petani di Pinto Rimba, Kecamatan Peudada. 

“Pemerintah dan aparat penegak hukum harus membela kepentingan petani di Pinto Rimba, bukan justru berpihak pada cukong tanah,” kata Suhaimi Hamid kepada media ini, Sabtu (21/1/2023).

Politisi PNA yang akrab disapa Abu Suhai ini mengapresiasi langkah petani Pinto Rimba dan masyarakat setempat yang bahu-membahu mepertahankan haknya. “Saya kagum dengan upaya petani mempertahankan haknya. Jadi, dengan dalih apapun, tidak boleh ada pihak lain yang merampas lahan mereka,” tegasnya. 

Dikatakannya, lahan tersebut sudah puluhan tahun dimiliki masyarakat untuk bercocok tanam. “Mereka berkebun dengan tanaman yang bisa menyerap air, seperti durian, pisang dan lain lain. Daerah tersebut juga kawasan serapan yang memang harus dilindungi,” paparnya.

BACA JUGA: Petani Pinto Rimba Terancam Kehilangan Lahan Perkebunan

Jika tanah itu jatuh ke tangan para cukong, kata Abu Suhai, dipastikan mereka akan memanfaatkannya dengan tidak mempertimbangkan resiko bencana. “Sekali lagi, dengan dalih apapun, tidak boleh merampas tanah petani. Baik untuk bank tanah atau HGU dan lainnya, masyarakat harus melawannya. Kami tetap mendukung masyarakat yang memang mempertahankan haknya,” katanya. 

Abu Suhai mengingatkan, pemerintah harus melihat bahwa kepentingan masyarakat jauh lebih besar dari pada kepentingan perusahaan dan agen-agen tanah yang berkeliaran di mana-mana. “Bencana banjir yang terjadi sekarang ini juga diakibatkan pengelolaan lahan sangat bermasalah di Kabupaten Bireuen,” katanya.

Seharusnya, lanjut dia, pemerintah harus mengevaluasi seluruh HGU sawit di wilayah teritorial Kabupaten Bireuen. “Sebagian HGU tersebut juga dimiliki secara ilegal oleh toke-toke besar. Ini sangat disayangkan kalau pemerintah melindunginya,” tutur Abu Suhai. 

Dia juga meminta aparat penegak hukum tidak loyo saat menghadapi cukong tanah yang bergelimangan rupiah. “Seharusnya penegak hukum berpihak kepada masyarakat, bukan justru berpihak kepada mafia lahan yang melegalkan segala sesuatu dengan kekuatan uang,” pungkas Abu Suhai.[]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.