Direktur PT U Green Aromatics International Faisal Al Farisi menjelaskan, kegiatan ekspor ini merupakan kolaborasi bisnis antara USK dengan perusahaan asal Perancis yaitu Nat Green. Setelah kegiatan ekspor ini, maka selanjutnya USK akan rutin melakukan ekspor minyak nilam setiap dua bulan sekali.
Dirinya mengungkapkan, proses untuk mencapai ekspor ini tidaklah mudah karena banyak syarat yang harus dipenuhi untuk ekspor ini. Di antaranya adalah, USK tidak hanya harus menyediakan minyak nilam namun harus memiliki data yang real terkait kondisi pertanian nilam di Aceh.
“Data tersebut diaudit lembaga internasional. Jadi seperti itu, selain minyak nilam kita juga harus menyediakan data. Ini adalah bentuk perubahan zaman dan kita harus siap,” ucapnya.
Rektor USK Prof Dr Ir Marwan turut menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ARC ini. Tak lama sebelumnya, ungkap Rektor, ARC juga sudah melaunching produk antiaging hasil kerja sama dengan PT Focustindo di Jawa Barat.