Sengkarut Masalah Dalam Distribusi Migor di Aceh

March 8, 2022 - 21:34
Pedagang menimbang minyak goreng saat melayani pembeli di Pasar tradisional Idi Cut, Darul Aman, Aceh Timur,. FOTO. ANTARA/Hayaturrahmah
1 dari 3 halaman

Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengingatkan, kelangkaan minyak goreng yang sempat terjadi pada bulan Februari lalu, hingga kini masih ada laporan dari masyarakat seputar masih terjadinya sengkarut masalah dalam distribusi migor tersebut.

"Permasalahan distribusi minyak goreng (Migor) di Aceh yang berbuntut pada terjadinya kelangkaan stok di pasar, hendaknya segera teratasi sebelum memasuki Bulan Ramadhan yang hanya menghitung hari. Dengan harapan, saat menjalani ibadah di Bulan Ramadhan, rakyat tak lagi dicekoki dengan persoalan distribusi bahan pokok khususnya Migor". Kata Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dalam bagian sambutannya sebelum membuka High Level Meeting Tim Pengelola Inflasi Daerah (TPID) se-Aceh tahun 2022, di restauran Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (8/3/2022).

Diakui Nova, untuk menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Pusat telah melakukan upaya stabilisasi harga minyak goreng dengan menerbitkan Harga Eceran Tertinggi (HET) menjadi Rp 14.000 per liter untuk kemasan premium, Rp. 13.500 per liter untuk kemasan sederhana, dan Rp. 11.500 per liter untuk kemasan curah.

Namun, hingga saat ini ada informasi bahwa masyarakat masih membeli minyak goreng dengan harga tinggi, serta masih terjadinya kelangkaan stok. Pada kondisi ini, peran TPID menjadi penting untuk mencari akar permasalahan minyak goreng.
 
Stok minyak goreng yang saat ini belum normal, hendaknya dapat kembali normal, sebelum memasuki bulan Ramadhan. Lebih lanjut, pasar tradisional diharapkan bisa menjual minyak goreng kemasan premium dengan harga Rp. 14.000 seperti yang telah dilakukan pasar modern,” kata Nova.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.