USK Evaluasi Kinerja Pusat Riset

Habadaily | Pendidikan - December 31, 2021 - 19:46
Rektor USK Samsul Rizal menyerahkan piagam penghargaan kepada Pusat Riset di USK dalam kegiatan Evaluasi Kinerja Tahunan Pusat Riset (EKTPR) di Gedung AAC Dayan Dawood, Jumat (31 Desember 2021).
HABADAILY.COM | 

Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melakukan evaluasi kinerja pusat riset di lingkungan kampus setempat kurun waktu 2021. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pencapaian visi USK.

Pusat Riset dievaluasi kinerjanya setiap tahun untuk meningkatkan profesionalisme dan capaian yang telah ditentukan. Evaluasi Kinerja Tahunan Pusat Riset (EKTPR) dilakukan berdasarkan Peraturan Rektor USK no 1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Pusat Riset di lingkungan USK. Saat ini USK memiliki >30 (tiga puluh) pusat riset, yang terbaru: Pusat Riset Anti Korupsi.

"Selamat kepada Pusat Riset yang pada tahun 2021 ini Berkinerja Sangat Baik (Kategori A) dengan range nilai 80 sd 100, dinilai dari Aspek Tata Kelola (20 persen), Academic Excellence (45 persen), dan Komersialisasi/Hilirisasi (35 persen)," kata Rektor USK Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU ASEAN Eng, Jumat (31 Desember 2021).

Ia mengungkapkan, adapun Pusat Riset yang masuk katagori sebagaimana di sebutkan di atas meliputi, Pusat Riset Atsiri – Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Nilam Aceh dengan nilai 97. Mereka sudah 3 tahun berturut-turut mendapat nilai kinerja tertinggi. Kemudian, Pusat Riset STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang memperoleh nilai 91. Prestasi ini lebih baik dari tahun 2020, yang masuk kategori B.

Kemudian Pusat Riset dan Pengembangan Matematika Realistik Indonesia dengan nilai 88. Disusul Pusat Riset Lingkungan Hidup dengan nilai 82. Keduanya juga sudah 3 tahun berturut-turut berkategori A.

Sementara itu, 7 Pusat Riset masuk katagori B (Berkinerja Baik),  dengan range nilai 60 sd 79, yaitu Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya, mereka sempat vacum tahun 2020, dan 2021 aktif kembali, Pusat Riset Konservasi Gajah dan Biodiversitas Hutan kinerjanya membaik, sebelumnya di tahun 2020 berkategori C, Pusat Riset Mekanisasi dan Perbengkelan Pertanian tetap tidak berubah dari tahun 2020.

Kemudian Pusat Riset Perubahan Iklim Aceh, kinerjanya membaik signifikan, sebelumnya di tahun 2020 berkategori D, Pusat Riset Veteriner Tropis - One Health Collaboration Center (kinerja membaik, sebelumnya berkategori C, Pusat Riset Sapi Aceh dan Ternak Lokal, kinerja membaik, sebelumnya berkategori C, serta Pusat Riset Halal yang baru dibentuk melejit menjadi Pusat Riset berkategori B.

Sementara itu ada tujuh Pusat Riset lainnya masuk Kategori C dan ada sembilan Pusat Riset Berkinerja Rendah Kategori D. Lalu terdapat tiga Pusat Riset Tidak Melaporkan kinerjanya.

"Semoga Pusat Riset di USK dapat terus berkiprah, menjadi pusat riset yang profesional, menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan penelitian multidisiplin dan pengembangan IPTEK, serta dapat berkiprah membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat," harap Rektor.[]

Share: