HABADAILY.COM – Seluruh kepala Puskesmas diminta lebih aktif menyosialisasikan manfaat vaksin kepada masyarakat. Pendekatan ini penting agar masyarakat terdorong mau mengikuti vaksinasi dengan sukarela.
Menurut Sekda Aceh, Taqwallah, banyak orang yang belum mau divaksin karena kurang paham terkait imbas positifnya, baik terhadap pribadi, keluarga dan lingkungan sekitar.
“Jadi, jika ada orang yang tidak mau divaksin, maka itu adalah salah satu bentuk kesalahan kita, karena tidak mampu menjelaskan dengan baik kepada masyarakat luas,” ujar Taqwallah kepada para kepala Puskesmas saat sosialisasi di Aula Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Bener Meriah, Rabu (6/10/2021).
Ia juga berulang kali menekankan para tenaga kesehatan untuk terus menyosialisasikan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari, serta terus mengajak masyarakat sekitar untuk mengikuti vaksinasi.
“Selalu patuhi prokes, kenakan masker dan ajak masyarakat untuk ikut vaksinasi. Jika kita patuh prokes, Insya Allah angka Covid-19 akan melandai, aktivitas di sektor pendidikan, perekonomian dan sektor lain akan normal seperti sediakala,” kata Sekda.
Sementara itu, dalam pemaparannya kepada para ulama dayah se-Kabupaten Bener Meriah, Sekda mengajak seluruh warga dayah dan pesantren untuk turut menyukseskan gerakan vaksinasi dayah, yang telah berlangsung sejak tanggal 1 Oktober hingga 15 oktober mendatang. Agar cakupan vaksinasi tercapai, sehingga kekebalan kelompok atau herd immunity segera terbentuk.
“Fokus Satgas Penanganan Covid-19 Aceh saat ini adalah vaksinasi warga dayah. Mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mengejar capaian vaksinasi, agar kekebalan kelompok segera terbentuk. Kita semua tentu ingin suasana belajar mengajar di dayah dan aktivitas lainnya bisa berlangsung seperti sediakala. Untuk itu, mari kita sukseskan vaksinasi warga dayah ini,” kata dia.
Taqwallah juga menjelaskan, selama ini berbagai penelitian dan pengalaman telah membuktikan, bahwa vaksinasi adalah cara yang sudah terbukti ampuh melemahkan penyakit yang dibawa oleh virus.
Berdasarkan pengalaman tersebut, saat ini Indonesia dan seluruh dunia sedang gencar melaksanakan vaksinasi, untuk menekan penyebaran Covid-19.
“Covid-19 memiliki risiko kematian yang tinggi dan proses penularan yang cepat. Oleh karena itu, sebagai upaya melindungi warganya dari keganasan Covid-19, saat ini pemerintah kita dan seluruh dunia, sedang fokus melaksanakan vaksinasi untuk membentuk kekebalan kelompok,” ujarnya.
Selain itu, sambung Sekda, hingga saat ini setiap calon jemaah haji dan umrah juga wajib vaksin. Di antaranya adalah vaksin meningitis, untuk mencegah penularan sakit peradangan pada selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Jika tidak ada vaksin meningitis maka calon jama’ah haji dan umrah tidak dibolehkan masuk ke wilayah Arab Saudi.(*)