Media di Aceh Diminta Ikut Perangi Hoaks dan Ujaran Kebencian

March 27, 2021 - 22:42
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Firli Bahuri, Kapolda Aceh Wahyu Widada, Wakajati Aceh Hermanto, saat menghadiri acara Pelantikan Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh Periode 2020 – 2025, yang berlangsung di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Sabtu (27/3/2021).
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM—Pemerintah Aceh mengajak praktisi dan insan media berikut pihak terkait lainnya untuk ikut memerangi hoaks, fitnah dan ujaran kebencian yang acap kali terjadi di media siber maupun sosial, pada era perkembangan teknologi informasi saat ini.

Ajakan itu dilontarkan Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam sambutannya pada acara pelantikan pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh, di Hotel Hermes, Sabtu (27/03/2021).

Menurut Nova, media harus terus meningkatkan kapasitas dan kualitasnya. Yaitu dengan mematuhi kode etik jurnalistik (KEJ) yang menjadi patron insan media dan UU ITE, sehingga kondusifitas dalam masyarakat tetap terjaga.

“Ini semua adalah musuh kita bersama, musuh negara dan musuh masyarakat. Saya ingin mengajak semua insan pers dan perusahaan media, khususnya JMSI, marilah kita perangi hoax dan trial by the press. Mari kita kembali pada etika dalam kode etik jurnalistik, menaati UU ITE dan rambu-rambu kepatutan lainnya,” ajak Gubernur.

Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh yang dilantik adalah untuk periode 2020 – 2025. Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Santosa.

Hadir juga dalam pelantikan tersebut, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Firli Bahuri, Kapolda Aceh Wahyu Widada, Wakil Ketua DPR Aceh Safaruddin, Wakil Kajati Aceh Hermanto, Wakil Ketua MPU Aceh Tgk Muhibbuthhabri, Bupati Aceh Barat Daya Akmal Ibrahim, Bupati Gayo Lues Muhammad Amru, dan sejumlah stakeholder lainnya.

Gubernur Nova yang dalam kesempatan itu didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol (Humpro) Sekda Aceh Muhammad Iswanto serta Stafsus Guberbur Aceh Wiratmadinata, mengharapkan, media sebagai salah satu elemen penting dalam pembangunan Aceh dapat terus meningkatkan kapasitas dan kualitasnya. Kualitas media harus didasarkan pada fakta dan data yang kuat, agar informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.