Selain itu, Gubernur juga berpesan agar para alumni terus mengembangkan dan menata diri agar menjadi pribadi lebih baik dari sebelumnya, baik dari segi emosional maupun spiritual.
“Selepas Anda meninggalkan kampus ini, proses menuntut ilmu belumlah selesai. Menggali ilmu pengetahuan dapat dilakukan di mana saja, baik dari lembaga pendidikan, lapangan pekerjaan, dari proses kreativitas, dan sebagainya. Oleh karena itu, jangan pernah berhenti belajar dan tetaplah menjadi pribadi-pribadi rendah hati seraya terus menggali pengetahuan dari lingkungan baru yang akan dimasuki nanti,” kata Nova.
Gubernur juga berpesan kepada para orangtua dan alumni STIS untuk merubah cara pandang, tidak semata menyasar menjadi Aparatur Sipil Negara atau pegawai di instansi swasta.
“Kita harus mandiri, jangan lagi berpikir untuk menjadi ASN atau pegawai swasta. Mulailah berdikari bangun usaha sendiri karena sektor UMKM cukup menjanjikan dan menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan di tengah pandemi,” imbau Gubernur.
Di akhir sambutannya, Gubernur mengumumkan, bahwa Pemerintah Aceh melalui Badan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia setiap tahun memberangkatkan putra-putri Aceh untuk belajar ke luar negeri. Untuk itu, Gubernur mengajak para alumni dayah maupun STIS Ummul Ayman untuk turut mengajukan berkas pada program beasiswa tersebut.
“Terima kasih kami ucapkan kepada segenap pihak yang selama ini telah membantu STIS Ummul Ayman dari berbagai aspek. Kepada Pemkab Pidie Jaya, agar terus memantau perkembangan kampus ini, dimana masih ada kekurangan agar dapat segera dibantu. Pemkab juga dapat melakukan berbagai kerjasama dengan melibatkan STIS, baik dengan civitas akademika maupun para lulusannya. Semoga STIS Ummul Ayman terus maju dan berkembang sehingga dapat menjadi kebanggaan masyarakat Pidie Jaya, dan para lulusannya menjadi putra-putri terbaik daerah yang mampu berkiprah membangun kabupaten ini menjadi lebih maju lagi,” pungkas Nova.
Senada dengan Gubernur, Ketua STIS Ummul Aiman Muhammad Zukhdi, dalam sambutannya juga mengingatkan para lulusan agar menjaga nama baik almamater dan mengamalkan ilmu didapat di tengah masyarakat.