"Misalnya cabor sepatu roda ada 25 atlet yang dipersiapkan. Ke-25 atlet tersebut akan berlomba di PON 2024. Mereka tidak perlu lagi ikut kualifikasi karena Aceh sebagai tuan rumah. Begitu juga cabor lainnya," kata Faisal Saifuddin.
Keuntungan lainnya, kata Faisal Saifuddin, dibangun arena cabang olahraga di Aceh, seperti stadion utama tempat pembukaan dan juga lapangan sepatu roda dan lainnya.
Faisal Saifuddin mengatakan jika Aceh membangun dengan anggaran sendiri tentu tidak bisa dilakukan. Dengan menjadi tuan rumah, pembangunan didukung pemerintah pusat.
"Surat keputusan tuan rumah PON yang sudah dikeluarkan menjadi dasar pembangunan sarana dan prasarana PON 2024. Penyusunan perencanaan dimulai tahun depan. Sedangkan pembangunan fisik dimulai pada 2022 mendatang," kata Faisal Saifuddin.[ant]