Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng mengatakan pemeriksaan swab ini adalah lanjutan pemeriksaan yang telah dilakukan di berbagai tempat. Spesimen yang terkumpul nantinya dibawa ke Laboratorium Infeksi Unsyiah yang telah ditunjuk pemerintah pusat sebagai Laboratorium Rujukan Nasional pemeriksaan RT-qPCR untuk deteksi Covid-19 di Aceh.
“Tidak ada seorang pun dapat memprediksi kapan penyebaran virus ini berakhir. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk menekan penyebarannya agar tidak semakin meluas,” ujar Rektor.
Secara institusi lanjutnya, Unsyiah siap membantu pemerintah kabupaten/kota yang ingin melakukan tes swab. Unsyiah saat ini didukung fasilitas dan SDM yang mumpuni. Jika dibutuhkan, kampus tersebut juga akan menambah alat agar dapat digunakan lebih optimal. Kerja sama ini juga tidak tutup kemungkinan dilakukan di kota/kabupaten lainnya di Aceh jika pemerintah setempat menginginkannya.
Sebelumnya, pemeriksaan serupa juga telah dilakukan Unsyiah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh pada 4 Juni 2020 lalu. Hingga saat ini, sampel swab dari Pemkot Banda Aceh yang telah diperiksa mencapai 891 orang. Unsyiah juga melakukan tes swab terhadap 110 tenaga kesehatan di RS Meuraksa dan jamaah Masjid Jamik Darussalam.[]