Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Unsyiah Dr Mustafa Sabri selaku inisiator mengatakan ide untuk melahirkan buku ini berawal dari aktivitasnya di Biro Kemahasiswaan Unsyiah selama proses seleksi calon penerima beasiswa tersebut, mulai dari seleksi administrasi hingga verifikasi lapangan ke rumah yang bersangkutan. “Selama proses itulah saya melihat betapa kompleksnya kehidupan para mahasiswa tersebut yang selama ini terbelenggu oleh kemiskinan,” katanya, Senin (29/6/2020).
Menurut Mustafa, pendidikan akan menjadi cahaya bagi mereka untuk keluar dari kondisi tersebut. “Misalnya, saat proses wawancara berlangsung, ada mahasiswa yang menangis tersedu-sedu saat menyatakan keinginannya untuk kuliah, tetapi terkendala oleh biaya. Akhirnya saya berpikir, kisah-kisah di balik meja ini harus diketahui oleh publik sebagai salah satu sumber inspirasi di bidang pendidikan,” kata Mustafa.
Mustafa memaparkan, proses lahirnya buku ini terbilang panjang. Berawal dari penyeleksian naskah yang jumlahnya ribuan oleh para editor yang digawangi dua editor muda Aceh Ihan Nurdin dan Hayatullah Pase untuk memilih lima puluh cerita terbaik. Selanjutnya para mahasiswa yang ceritanya terpilih diberikan pembekalan singkat oleh editor untuk melengkapi kisahnya sesuai dengan kisi-kisi yang sudah ditentukan agar sesuai harapan.
“Kami senang sekali bisa menginisiasi dan menerbitkan buku ini sehingga kisah-kisah para mahasiswa yang menginspirasi ini bisa sampai ke tangan pembaca,” ujarnya.