Rektor juga menilai kepakaran ketiga Profesor ini sangat penting. Misalnya Prof. Khairul Munadi yang risetnya tentang pencitraan termal, yang merupakan metode pengamatan terhadap suatu objek melalui sensor termal, atau kamera termal, tanpa menyentuh objek yang diamati.
Gagasan utama dari Prof Khairul Munadi adalah membangun perangkat cerdas dengan mengintegrasikan teknik thermography dan Deep Learning untuk mendeteksi dini penyakit, yang simtomanya terkait dengan perubahan suhu tubuh manusia. Gagasan ini cukup potensial menjadi alternatif solusi untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona.
“Target riset ini adalah menghasilkan perangkat deteksi dini, untuk penyakit kronis berbahaya dengan akurasi yang tinggi. Maka temuan ini diharapkan dapat diaplikasikan untuk membantu paramedis, atau individu untuk melakukan pengecekan penyakit secara mandiri,” ucap Prof Samsul.
Begitu pula kepakaran Prof Taufik Fuadi Abidin, yang risetnya mengenai pemanfaatan machine learning dan teknologi big data. Hal ini sudah pernah diuji dalam proses penentuan halaman web dengan cepat dan akurat, meskipun dengan halaman web yang jumlahnya miliaran.
Prof Taufik bahkan berhasil membangun web classifier, yang dimanfaatkan untuk menentukan secara cepat dan akurat halaman web tentang penyakit tropis menggunakan algoritma machine learning Support Vector Machine.
Salah satu kontribusi kepakaran Prof Taufik di bidang machine learning, yang secara langsung diaplikasikan di Unsyiah yaitu penentuan kategori Uang Kuliah Tunggal Berkeadilan (UKTB) mahasiswa, yang sesungguhnya adalah masalah klasifikasi atau supervised machine learning problem.
Seiring perkembangan dan kebutuhan era, kajian serta pemanfaatan machine learning dan big data akan berkembang sangat cepat di masa mendatang, karena bagaimanapun, volume data di segala bidang akan terus bertambah secara signifikan.
“Kepakaran Prof Taufik semakin diperlukan di masa mendatang. Dan Unsyiah sangat beruntung memiliki beliau yang kepakarannya tentang machine learning serta big data, sedikit banyak telah diinduksikan kepada seluruh mahasiswa kita,” sebut rektor.