Aceh Segera Menjadi Smart Province

January 2, 2020 - 08:22
Nova saat menerima audiensi tim Unsyiah yang merupakan penyusun rencana induk Aceh smart province di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Selasa (31/12).
2 dari 3 halaman

Selain itu juga telah dilakukan penandatanganan MoU dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya pada Oktober 2018 untuk pengembangan sistem elektronik. MoU juga dilakukan pada Oktober 2019 dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terkait pengoptimalan Tata Kelola Pemerintah Berbasis Elektronik.

Komponen Smart Province

Dalam penjelasannya di hadapan Plt Gubernur, Dr Hizir Sofyan juga menjelaskan bahwa Smart Province merupakan satu kesatuan yang utuh dari terbentuknya smart city, di mana komponen dasarnya yang dapat diterapkan dalam smart province adalah smart goverment, smart branding, smart economy, smart living, smart society dan smart environment.

"Smart goverment diharapkan dapat mewujudkan sistem tata kelola pemerintah yang cepat, sigap dan terukur, transparan, partisipatif dan komunikatif melalui kebijakan-kebijakan yang mengarah kepada peningkatan pelayanan publik dalam segala sektor," ujar Dr Hizir.

Sedangkan smart branding bertujuan mewujudkan wisata daerah berlandaskan syariat islam yang ramah terhadap lingkungan dan pengunjung serta berkualitas.

Sementara smart oconomy bertujuan mewujudkan sektor industri di setiap daerah dengan mengacu pada tata letak, cuaca dan iklim daerah sehingga menghasilkan produk berkualitas yang mampu bersaing secara global.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.