HABADAILY.COM—Universitas Syiah Kuala bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh (Kominsa) melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun road map atau rencana induk Aceh Smart Province. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor IV Unsyiah Dr. Hizir di Hotel The Pade, Lampeneurut, Aceh Besar, Senin (2/12).
Kepala Dinas Kominsa Aceh Marwan Nusul B HSc MA dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Aceh dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, pada 16 Oktober 2018 terkait bidang penelitian dan lainnya. Berdasarkan kesepakatan itu, Pemerintah Aceh kemudian menggandeng perguruan tinggi yaitu Unsyiah termasuk ITS untuk bersama-sama menyusun road map Aceh Smart Province ini.
Marwan menjelaskan, saat ini dari 23 Kabupaten/Kota di Aceh baru tiga kota saja yang telah meluncurkan program Smart City, yaitu Kota Langsa, Banda Aceh dan Subulussalam. Dan dari semua itu, baru Kota Banda Aceh saja yang telah memiliki road map Smart City, sementara dua kota lainnya belum memiliki rencana induk walaupun sudah launching.
Untuk itulah, kegiatan ini sangat penting dan apa yang dilakukan Dinas Kominsa Aceh ini sejalan dengan salah satu dari 15 program unggulan pemerintah Aceh, yaitu Sistem Informasi Terpadu (Aceh SIAT),” ujar Marwan.