Subhan yang juga adik kandung Nazarul Fahmi—pemain tim senior Barito Putra—itu acapkali merepotkan lawannya. Permainan remaja kelahiran 13 Mei 2003 terbilang apik saat beroperasi di sayap. Bagi Subhan, berangkat ke Inggris, seperti mengikuti jejak abang kandungnya. Sebab, Nazarul juga pernah berguru ke Arsenal Inggris selama satu tahun bersama tim Tunas Garuda.
“Cita-cita saya ingin bermain sepakbola di Eropa, alhamdulillah sekarang kami ikut pendidikan bola di sana. Semoga bisa bertahan di Eropa,” kata Subhan.
Subhan adalah putra bungsu pasangan H Safwandi dan Hj Hadisah. Remaja yang memiliki tinggi 170 Cm dan berat badan 55 Kg, sejak lima bulan lalu sudah bergabung bersama Barito Putra U-16 di Kalimantan Selatan. Selama membela klub Kota Banjar masin itu, karir Subhan terus melejit, sehingga ia pun harus pindah sekolah dari SMAN 1 Bireuen ke SMAN 12 Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Rekam jejak karier Subhan tidak instan. Masa usia dini dan remaja, ia tercatat bersama SSB Banta Bina Kutablang, SSB Bijeh Mata Cot Raboe, dan SSB Putra Banna Peusangan. Setelah itu, Subhan membela SSB Posila Lhokseumawe dan SSB Putra Krueng Mane, Aceh Utara.
“Insya Allah, orang tua juga sangat mendukung kiprah saya di sepakbola,” tutur jebolan SMPN 1 Peusangan, Bireuen ini. Sang ibu Hadisah juga mengaku tak menyangka anaknya bisa berguru sepakbola ke Eropa. Karena itu terselip rasa bangga kepada putra bungsunya. Tapi, dia kerap mewanti-wanti sang putra.
“Pesan saya kepada orang tua sama juga seperti harapan masyarakat lainnya. Kita berdoa Subhan selalu sehat dan kuat dalam berlatih,” ujar Hadisah ketika dihubungi terpisah. Sebelum terbang ke Inggris, Hadisah sudah bertemu putranya di Jakarta.
Sebab harus menandatangani surat persetujuan perwalian, sebab Subhan masih dibawah 18 tahun. Kepada Subhan, ia juga memberi petuah-petuah yang lazim dari seorang ibu buat anaknya.