Di berbagai kesempatan, Afra berupaya mempromosikan wisata Aceh dengan mempresentasi tentang destinasi wisata yang ada di Aceh, lengkap dengan pernak-perniknya.
Begitu juga saat tampil di pentas resmi yang menjadi kriteria penilaian dewan juri P3N 2019. Afra menampilkan budaya Aceh melalui Tarian Limong Sikarang. Sementara untuk national costume, Afra mengenakan kustum bertema pacuan kuda di Aceh Tengah. Dengan harapan, wisatawan nusantara dan manca negara menjadi lebih tahu bahwa Aceh memiliki ragam destinasi wisata dan budaya yang layak untuk dikunjungi.
Setelah membawa nama harum Aceh di ajang P3N 2019, Afra bertekad untuk lebih giat lagi mempromosikan pariwisata Aceh di level nasional dan internasional. “Tapi untuk saat ini, Afra akan kembali dulu ke Lhokseumawe. Jika nantinya ditugaskan ke jakarta, inshaAllah Afra siap kapan saja,” aku dara yang doyan makan mie Aceh dengan warna kesukaan biru ini.
Duta Wisata Kota Lhokseumawe 2018 ini juga memeberkan, bahwa dirinya hampir tidak percaya mampu mengharumkan nama Aceh di kancah nasional dengan membawa dua gelar terbaik. “Kesannya sampai sekarang Afra masi nggak percaya bisa mempersembahkan dua gelar bergengsi untuk Aceh di P3N 2019,” ungkapnya.
Karena itu, ia sangat bersyukur atas prestasi yang diraihnya itu. “Afra juga sadar betul, bahwa banyak campur tangan orang lain di balik apa yang Afra dapatkan sekarangg. Terimakasih untuk masyarakat Aceh atas doa dan dukungannya,” sebutnya.
Afra juga berbagi pesan generasi Aceh, terutama bagi para remaja yang kurang percaya diri untuk meraih prestasi. “Bagi temen-teman yang kurang percaya diri, mulailah untuk keluar dari zona nyaman, dan banyaklah mencoba hal-hal baru. Jangan pikirkan hasilnya, jika proses yang kita lakuin baik, maka hasil akhirnya juga akan baik,” beber Afra.
“Bagi generasi millenial pengguna media digital, harus menggunakan media sosial kalian untuk hal-hal yang positif dan berguna untuk Aceh, sesuai talenta yang dimilikinya,” sambung Afra, tanpa bermaksud menggurui.