Isu lain yang menjadi perhatian peserta adanya perbaikan sanitasi lingkungan. Bahkan membuat sebuah taman desa, atau pembangunan destinasi wisata taman bunga. "Langkah ini dinilai juga akan berdampak pada tingkatan pariwisata," ucap Fernan dalam keterangannya, Kamis (29/08/2019).
Selanjutnya indikator lain yang menjadi pembahasan dalam perumusan skema kebijakan TAKE ini nantinya juga harus melakukan pelestarian lingkungan hidup skala gampong, dengan membantu penyediaan ruang terbuka hijau, pemeliharaan hutan kampung serta mengoptimalisasi lahan.
"Indikator yang ditetapkan dalam diskusi ini menyangkut lingkungan hidup dan pertimbangan ketersediaan data pemerintah akan dimulai dari beberapa aspek,"
Pertama, sebut Fernan, indikator untuk melahirkan kebijakan TAKE di Bener Meriah ini harus memperhatikan terkait pengelolaan sampah. Pengelohan sampah dan lihat dari aspek ketersediaan regulasi, kelembagaan, pendanaan, sosial budaya dan pemanfaatan teknologi.
Selanjutnya, melihat desa yang beririsan dengan hutan, dimana harus sesuai fungsinya. Lalu desa yang beririsan sungai. Serta yang ketergantungan sumber air. Tentang sanitasi dan infrastruktur ketersediaan air bersih.