“Hasil panen dari masyarakat sangat luar biasa, bahkan ikan Rambeu yang dibesarkan di dalam keramba ada ukuran yang mencapai 2 kilo per ekor. Terkait dengan tiram ini kalau dulu itu nyak-nyak turun dengan cara tradisional, untuk saat ini sistem tersebut sudah dimodernisasikan.” Katanya seraya menambahkan, ini tentu akan sangat baik jika metode memanen tiram semakin baik mengikuti perkembangan zaman. Begitu juga dengan pemasaran tiram yang tidak sebatas dijual sebagai hasil laut segar saja.
“Akan sangat baik jika metode memanen dan mengolah tiram ini menggunakan cara lebih modern sehingga harapan kita hasil dari pengolahan tiram menjadi oleh-oleh khas Alue Naga,” imbuhnya.
Kadis P2KP Kota Banda Aceh ini menyebutkan, Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh dibawah kepemimpinan Aminullah Usman dan Zainal Arifin (Amin – Zainal) sangat mendukung modernisasi budidaya tiram dari yang selama ini dilakukan masyarakat dengan cara tradisional.
Dengan cara modern ini pula, katanya, para pencari tiram yang mayoritas dari kalangan perempuan tidak perlu lagi berjam-jam berendam dalam air saat memanen tiram.
“Budi daya tiram dengan cara modern dilakukan menggunakan wadah apung dan juga rak untuk pemeliharaan tiram,” pungkasnya.