HABADAILY.COM - Para anggota Komite Peuralihan Atjeh (KPA) dan warga di Gampong Pante Labu Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, mengeluhkan kondisi jalan di wilayah mereka yang sudah puluhan tahun tidak teraspal. Akibatnya, masyarakat di daerah itu harus menghirup debu yang beterbangan setiap harinya jika kendaraan melintas.
Persoalan itu disampaikan dalam pertemuan dua Sagoe KPA yakni KPA Sagoe Kuta Buloh dan Sagoe Lhok Sandeng Aceh Timur, serta masyarakat Pante Labu dengan politisi Partai Aceh Tgk. Muharuddin, Minggu (10/2/2019). Turut hadir dalam pertemuan itu Panglima Sagoe Kuta Buloh Tgk. Baret dan Wakil Panglima Sagoe Lhok Sandeng Tgk. Daod, serta para anggota KPA dari dua sagoe tersebut.
Dalam pertemuan itu, para anggota KPA dan warga setempat mengatakan masyarakat Pante Labu yang ingin menuju ke kantor camat, harus memutar melewati jalan Langkahan Aceh Utara yang sebagian besar ruas jalannya telah teraspal. Gampong Pante Labu sendiri berbatasan dengan Gampong Langkahan Aceh Utara.
“Sudah puluhan tahun kami seperti ini, mau ke kantor camat saja harus pakai jalan orang Aceh Utara,” jelas salah seorang anggota KPA dalam pertemuan tersebut.
Menanggapi hal itu, Tgk. Muharuddin mengakui potret gampong di wilayah pedalaman Aceh yang telah dikunjunginya banyak yang belum teraspal.
“Persoalan ini bukan hanya di Aceh Timur, di Aceh Utara dan Aceh Tengah juga banyak jalan yang tidak teraspal,” jelasnya.