Warga: Konflik Aceh Masa Lalu Perlu Dituntaskan

December 9, 2018 - 11:24
Seorang peserta sedang membacakan puisi di lokasi pameran foto di arena Car Free Day untuk memperingati hari HAM Internasional.
2 dari 3 halaman

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry ini menilai, untuk menuntaskan konflik masa lalu di Aceh, perlu didorong hingga ke tingkat nasional. Sehingga konflik masa lalu yang pernah terjadi di Aceh bisa diselesaikan dengan baik.

“Perlu juga didorong tingkat nasional, selesaikan konflik (Aceh),” tukasnya.

Masdar mengaku mengalami langsung konflik yang pernah terjadi di Aceh. Oleh sebab itu, konflik itu tidak perlu kembali terulang pada generasi saat ini. Aceh saat ini yang sudah berdamai, harus jauh lebih baik masa yang akan dating, terutama kesenjangan ekonomi di Aceh harus dituntaskan.

“Aceh harus lebih baik, masih ada kesenjangan ekonomi. Persoalan sekarang ada sesama kita, makanya diperlukan pembangunan yang berkelanjutan,” tukasnya.

Seorang pengunjung lainnya, Cut Mutia menyebutkan kegiatan seperti ini sangat penting untuk selalu digelar. Dengan adanya acara seperti ini, generasi muda yang tidak terpapar langsung dengan konflik masa lalu bisa mengetahuinya. Sehingga diharapkan, masa kelam Aceh dulu tidak kembali terulang masa yang akan datang.

“Bagus, yang belum tau bisa tau. Aceh punya sejarah pernah konflik masa lalu,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Panitia, Aprizal Achmad menjelaskan, selain pameran foto dan napak tilas. Panitia juga menggelar diskusi dan menonton film Jalan Pedang produksi WatchDoc dan Kompas TV pukul 20.30 WIB. Film dokumenter karya Dhandy Dwi Laksono ini menceritakan rentang sejarah konflik bersenjata di Aceh sebelum perdamaian pada tahun 2005 silam.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.