Warga: Konflik Aceh Masa Lalu Perlu Dituntaskan

December 9, 2018 - 11:24
Seorang peserta sedang membacakan puisi di lokasi pameran foto di arena Car Free Day untuk memperingati hari HAM Internasional.
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM - Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh menggelar pemeran foto dan diskusi di lokasi Car Free Day, Jalan T Moh Daud Beureuh, Kota Banda Aceh. Kegiatan ini dalam rangkaian memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) internasional pada 10 Desember.

Selain itu KontraS Aceh juga menggelar napak tilas di sejumlah lokasi penembakan tokoh Aceh pada konflik masa lalu di Banda Aceh. Rute napak tilas tersebut dimulai dari lokasi penembakan HT Djohan yang ada di dekat Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh (10 Mei 2001). Setelah itu ke lokasi bekas penjara Keudah di Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Dari Keudah, rombongan dijadwalkan mendatangi lokasi peristiwa penembakan terhadap Rektor Unsyiah, Prof. Dayan Dawood (7 September 2002) di kawasan Lampriet. Terakhir, peserta akan menyambangi lokasi peristiwa penembakan terhadap Rektor IAIN Ar-Raniry, Alm Prof. Safwan Idris (16 September 2000) di Darussalam.

Seorang pengunjung, Masdar mengaku acara seperti ini penting dilakukan untuk mengkampanyekan bahwa Aceh pernah berada pada kelam masa lalu. Aceh penah mengalami dalam kondisi konflik dan penting untuk dituntaskan.

“Konflik masa lalu penting untuk dituntaskan,” kata Masdar, Minggu (9/12/2018) di Banda Aceh.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.