Protes senada juga disampaikan Fraksi PKS Banda Aceh. Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh Irwansyah, Sabtu (08/12/2018), meminta agar Setara Institute tidak asal menuding tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya.
Irwansyah bahkan meragukan jika Setara Institute hadir langsung ke Banda Aceh untuk melihat kondisi kota tersebut.
“Yang menjadi pertanyaan kita, apakah mereka datang survey ke Banda Aceh? Atau hanya dengar dari orang-orang, lalu membuat kesimpulan yang itu sangat bertentangan dengan fakta sebenarnya. Ini sebenarnya metode apa yang digunakan? Atau jangan-jangan ini seperti ada rencana untuk mengkerdilkan pemberlakuan syariat Islam di Banda Aceh,” ujar Irwansyah.
Kata Irwansyah, saat ini kehidupan antar umat beragama di kota Banda Aceh terjalin dengan sangat harmonis. Menurutnya semua umat beragama bebas menjalankan aktivitasnya tanpa ada gangguan apapun di kota ini.
Irwansyah lantas mencontohkan adanya nonmuslim di Banda Aceh yang justru ingin dihukum dengan hukum Islam (cambuk) saat melakukan pelanggaran.
“Di Banda Aceh meskipun umat Islam mayoritas, tetapi nonmuslim bisa hidup berdampingan tanpa ada gangguan apapun. Bahkan hari-hari besar nonmuslim di sini selalu berlangsung khitmad tanpa adanya penjagaan yang berlebihan, maka kita sesalkan jika Banda Aceh dianggap tidak toleran,” ujarnya lagi.
Irwansyah mendukung jika Pemko Banda Aceh menyampaikan protes secara resmi kepada Setara Institute. Pasalnya, pernyataan itu sangat merugikan Banda Aceh yang sedang giat-giatnya menggerakkan sektor pariwisata.
“Kami meminta kepada semua pihak untuk datang sendiri ke Banda Aceh melihatnya. InsyaAllah aman-aman saja, meskipun Banda Aceh menjalankan syariat Islam, bukan berarti hal itu akan menghambat orang untuk datang, justru kami ingin menampakkan indahnya Islam itu dari Aceh,” kata Irwansyah.
Sebelumnya diberitakan, SETARA Institute menobatkan 10 kota di Indonesia sebagai kota paling toleran. Kota Singkawang, Kalimantan Barat berada di urutan pertama dalam penghargaan ini dengan skor tertinggi 6,513 dari skala penilaian 1-7.
Dilansir dari website resmi Setara Institute, Ketua SETARA Institute Hendardi mengatakan Kota Singkawang dinilai mempunyai beberapa atribut yang mendukung penobatan kota paling toleran se-Indonesia. Di antaranya pemerintah kota punya regulasi yang kondusif bagi praktik dan promosi toleransi, baik dalam bentuk perencanaan maupun pelaksanaan, serta di Singkawang sendiri tingkat peristiwa dan tindakan pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan rendah atau tidak ada sama sekali.
Lebih lanjut Hendardi mengatakan, tujuan penetapan indeks ini antara lain untuk mempromosikan kota-kota yang dianggap berhasil membangun dan mengembangkan toleransi di wilayahnya masing-masing. Tujuannya adalah untuk memicu kota lainnya agar bergegas mengikuti, membangun, dan mengembangkan toleransi di wilayahnya.