Kisah Mantan Tapol Aceh Bertahan Hidup dengan Jarum dan Benang

November 4, 2018 - 10:55
Nek Yen menjadi penjahit peci keliling setelah bebas dari LP selaku tahanan politik pada 2005 lalu/Fajrizal
2 dari 3 halaman

Awalnya Nek Yen ingin menjauh dari gampong tempatnya menetap. Namun, petugas keamanan negara keburu menangkap pria kelahiran Gampong Bugak Krueng Mate tersebut. Nek Yen lantas dijebloskan ke LP Bireuen. Di sana, dia terpaksa menghabiskan masa hidupnya selama 10 bulan.

Nek Yen kemudian dipindahkan ke LP Porong Surabaya. Di dalam penjara inilah dia belajar secara otodidak bagaimana cara menjahit peci.

"Sambil menikmati hidup dalam penjara, Saya belajar menjahit. Lama kelamaan sudah terbiasa," kata Nek Yen mengenang masa lalu.

Nek Yen akhirnya menghirup udara bebas pada 2005, tepatnya usai GAM dan RI menemui kesepakatan untuk berdamai. 

Sejak itu, Nek Yen bertahan hidup dengan menjadi penjahit peci keliling. Dia juga turut menjajakan peci hasil tangannya. Jika beruntung, Nek Yan dapat mengantungi Rp100 ribu dari hasil kerja kerasnya dalam satu hari.

"Kalau ada peci yang laku hampir tiap hari dapat rezeki Rp100 ribu. Karena peci ini saya jual Rp100 ribu/satu," kata Nek Yen.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.