Kisah Pilu dari Bocah Palu: Sekarang Ibu Saya Sudah di Surga

November 1, 2018 - 22:39
Relawan ACT bermain-main bersama bocah pengungsi di Palu/HND
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM - Bencana alam tsunami di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, sudah sebulan lebih berlalu. Banyak korban jiwa dan harta benda yang hilang akibat bencana harus direlakan dengan ikhlas. "Palu Harus Bangkit, Bencana Biar Berlalu" terus menjadi slogan penyemangat bagi warga korban.

Sementara itu, bekas reruntuhan akibat gempa dan tsunami yang mengamuk di Palu belum seluruhnya dibersihkan. Upaya-upaya tersebut terus dilakukan oleh para relawan yang berasal dari penjuru negeri. Sejumlah bantuan pun tak henti-hentinya mengalir hingga membanjiri posko pengungsian, termasuk dari Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Satu unit masjid di Palu yang kini berada di dalam laut pascagempa dan tsunami akhir September 2018 lalu/HND

ACT tak hanya menyalurkan bantuan untuk korban bencana, tetapi juga menempatkan ratusan relawan di setiap posko pengungsian. Mereka bertugas memasak di dapur umum, dan ada pula yang melakukan pendampingan Psycho Social alias Trauma Healing. Inilah yang dilakukan Irwan bersama sejumlah rekan di Kelurahan Buluri Kecamatan Ulujadi Kota Palu, Kamis (1/11/2018). 

Irwan dan kawan-kawan kerap mengajak anak-anak pengungsi untuk bermain saban sore. Mereka bahkan memberikan hadiah hiburan seperti makanan, alat bermain dan juga memotivasi para anak-anak. Aktivitas seperti ini membuat anak-anak terdampak gempa dan tsunami di Palu menjadi sumringah. Senyum dan tawa pun jelas terlihat dari raut wajah para bocah asal Kelurahan Buluri Kecamatan Ulujadi Kota Palu itu. 

“Dua minggu setelah gempa hingga sekarang, kita terus berupaya bangkitkan semangat mereka, agar mereka mampu bangkit dari musibah yang mereka alami,” ujar Irwan. 

Irwan mengungkapkan perkembangan psikologi anak-anak korban gempa dan tsunami Palu yang kini mulai mudah diajak berbicara. Hal ini berbeda dengan kondisi awal bencana. Anak-anak tersebut bahkan tidak perlu lagi dijemput ke tenda-tenda pengungsian dengan iming-iming hadiah agar mau bermain.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.