HABADAILY.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis adanya potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia, sejak Selasa (30/10/2018) hingga Rabu (31/10/2018).
Berdasarkan peta prakiraan tinggi gelombang yang dilansir dari maritim.bmkg.go.id, diketahui ketinggian gelombang hingga mencapai 1,25 meter berpotensi terjadi di perairan timur Simeulue hingga Kepulauan Mentawai. Ketinggian gelombang dari 0,5 meter hingga 1,25 meter ini juga berpotensi terjadi di Selat Sumba bagian timur, perairan selatan Flores, Selat Ombai, Perairan Kupang, Laut Natuna, Perairan timur Bintan, dan Laut Jawa bagian timur.
BMKG juga memperkirakan ketinggian gelombang yang sama terjadi di Perairan Kep. Kangean, Perairan Kep. Sabalana, Selat Makassar, Selat Lombok bagian utara, Laut Sulawesi bagian barat, Laut Maluku bagian utara, Perairan Kep. Talaud, Perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, Perairan selatan Kep. Sermata - Leti, dan Laut Arafuru bagian timur.
Sementara potensi ketinggian gelombang 1,25 meter hingga 2,50 meter berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian utara, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue hingga Kep. Mentawai.
Gelombang dengan ketinggian yang sama juga terpantau di Perairan Enggano - Bengkulu, Perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatra, Perairan selatan Jawa hingga P. Sumba.
Kondisi serupa juga terjadi di Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Perairan selatan P. Sawu hingga Perairan P. Rote, Laut Timor selatan NTT, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT, Perairan Kep. Anambas, Perairan utara Papua Barat hingga Papua, dan Teluk Cendrawasih.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Blang Bintang, Zakaria kepada HabaDaily.com membenarkan informasi tingginya gelombang di sejumlah perairan Aceh tersebut. Dia mengatakan, "ya, memang untuk pesisir barat, selatan dan sebagian pesisir utara agak tinggi gelombangnya."[boy]