HABADAILY.COM - Jembatan di Gampong Matang Sijuek, Kecamatan Baktya Barat, Kabupaten Aceh Utara terancam amblas. Pemerintah Aceh diminta segera membangun yang lebih permanen sehingga akses transportasi di wilayah itu tidak terganggu.
Ketua DPRA Tgk. Muharuddin telah meninjau langsung jembatan tersebut pada Minggu (21/10/2018). Ketua DPRA ke lokasi setelah menerima informasi dari warga setempat terkait kondisi yang sudah mulai tergerus dan hampir ambruk.
"Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat Matang Sijuek serta beberapa desa dan kecamatan sekitarnya. Dengan kondisinya yang terancam roboh seperti ini, kita harapkan Pemerintah Aceh dapat segera membangun jembatan," kata Ketua DPRA Tgk. Muharuddin saat meninjau Jembatan Gampongg Matang Sijuek.
Renovasi atau rencana pembangunan jembatan ini, kata Tgk. Muhar, sebelumnya telah dianggarkan bahkan ditender pada tahun anggaran 2017 silam dengan pagu anggaran Rp. 4 miliar. "Namun saat itu ada persoalan tekhnis karena perusaan yang menang tender tidak fiks, sehinggga menjadi gagal tender dan anggarannya tidak bisa digunakan pada tahun itu,” jelasnya.
Tgk. Muhar meminta Pemerintah Aceh melalui Dinas PU untuk kembali menender ulang rencana pembangunan jembatan di Gampong Matang Sijeuk tersebut, karena jembatan itu merupakan akses penghubung utama masyarakat Baktya Barat.
"Jembatan ini merupakan akses penghubung masyarakat lintas kecamatan, sehingga sangat dirasakan manfaatnya. Jika jembatan ini tidak bisa dilalui, maka masyarakat akan sangat kewalahan untuk akses menuju ke Sampoiniet. Diharapkan, pembangunan jembatan ini dapat ditender kembali, mengingat perencanaan dan anggarannya sudah pernah ada," ungkapnya. [jp/ril]