Kerap Terisolir saat Banjir, Warga Desak Pembangunan Jembatan Asan Krueng Kreh Dilanjutkan
“Masyarakat, khususnya bagi yang bekerja ke luar dan anak-anak sekolah harus menempuh jarak 15 kilometer untuk menuju Lhoksukon. Dengan memutar melewati beberapa kecamatan menuju Lhoksukon, dengan kondisi jalan yang rusak dan tidak teraspal. Jika ada jembatan ini, maka akan mempersingkat waktu dan jarak tempuh yang hanya berjarak 2,5 kilometer ke Lhoksukon,” ujar Camat Pirak Timu tersebut.
Dia berharap Pemerintah Aceh mengambil alih pembangunan jembatan Asan Krueng Kreh. Hal tersebut disebabkan keterbatasan anggaran di Pemkab Aceh Utara yang membuat pembangunan jembatan ini terkendala hingga saat ini.
Hal senada juga dikatakan Imam Gampong Asan Krueng Kreh, Abdul Halim. Menurutnya, jembatan itu merupakan ‘nyawa’ dan ‘urat nadi’ bagi warga Pirak Timu.
“Saat banjir, kami pernah terpaksa membawa jenazah melewati sungai ini dengan menggunakan boat, karena jembatan lain tidak bisa dilalui. Bayangkan saja jika seandainya boat itu terbalik karena arus sungai juga deras saat kami lewati. Semoga Pemerintah Aceh dapat membuka mata dan hatinya melihat kondisi kami di sini,” ungkap Imam Gampong Asan Krueng Kreh.
Menyikapi hal tersebut, Ketua DPR Aceh, Muharuddin, mengatakan pembangunan jembatan di Gampong Asan Krueng Kreh telah diusulkan pada 2017 lalu. Namun, usulan tersebut tidak mendapat tindaklanjut dari Pemerintah Aceh.
“Harusnya Pemerintah Aceh dapat memprioritaskan pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat seperti ini,” ujarnya.
Muharuddin menyebutkan pembangunan jembatan sempat dilaksanakan pada 2016 lalu dengan anggaran sebesar Rp5 miliar. Namun, pembangunan yang dilakukan hanya sebatas abutment jembatan atau pondasi.