HABADAILY.COM – Gendrang pemilu sudah ditabuh. Nomor urut masing-masing calon presiden sudah diundi. Masing-masing tim kampanye pun mulai bergerilya untuk mencari dukungan.
Pemilu serentak, Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) semua tingkatan tentunya membutuhkan kerja keras. Semua kader partai, tim pemenangan mulai masuk ke pelosok-pelosok untuk mencari dukungan.
Pemilu damai tentu menjadi harapan semua pihak. Karena pemilu merupakan pesta rakyat. Rakyat menjadi pemilik suara tertinggi untuk menentukan siapa yang akan memimpin bangsa ini kedepan.
Minggu, 23 September 2018 menjadi hari perhelatan deklarasi kampanye damai seluruh Indonesia. Hari bersejarah menciptakan Indonesia damai, bersatu dalam kebhinneka, meskipun berbeda pilihan tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Deklarasi ini sebagai simbul agar dalam mencari dukungan agar tidak melakukan kampanye hitam, tidak menyebar informasi bohong.
Aceh, dengan julukan Serambi Mekkah menggelar Deklarasi Kampanye Damai di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh. Deklarasi ini terlebih dahulu dimulai dengan ‘Senam Jantung Sehat’.
Sebelum diklarasi dimulai, tampak para pengurus partai mulai mempersiapkan kenderaan, seperti mobil, becak untuk mengikuti pawai keliling kota Banda Aceh. Pawai ini bagian dari rangkaian acara deklarasi kampanye damai di Serambi Mekkah.
“Kampanye Anti-SARA dan Anti-hoax untuk Pemilih Berdaulat dan Negara Kuat”. Begitulah tema yang diusung dalam deklarasi kampanye damai di daerah paling ujung barat Indonesia. Deklarasi ini diikuti oleh unsur Forkopimda dan peserta Pemilu 2019, penggiat Pemilu dan masyarakat.
Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh meminta dalam berkampanye nantinya melakukan dengan cara-cara yang baik. Setiap melakukan kampanye agar tidak menyebarkan intimidasi, teror dan berita hoax, maupun SARA.
“Jaga semangat kebersamaan untuk mewujudkan demokrasi dan Pemilu 2019 dapat terlaksana dengan baik di Aceh,” kata Wakil Ketua KIP Aceh, Tharmizi, Minggu (23/9/2018).
Tharmizi menegaskan, deklarasi kampanye damai ini bukan hanya sekedar serimonial belaka. Akan tetapi kepada seluruh konstestan Pilpres dan Pileg untuk membuat komitmen bersama dalam menciptakan suasana pesta demokrasi yang kondusif.
Deklarasi sebagai awal kampanye juga disertai penandatanganan deklarasi pemilu damai dan ikrar kampanye oleh seluruh pimpinan partai politik maupun anggota DPD. Para peserta Pemilu 2019 juga melakukan pelepasan burung merpati bersama, sebagai simbol damai.
Pemilu 2019 akan diikuti oleh 2 pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Nomor urut satu pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin, serta pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno.
Untuk calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), sebanyak 1.298 calon akan bersaing memperebutkan 81 kursi dewan. Sementara untuk anggota DPD dari Aceh, tercatat sebanyak 26 orang calon.
Sementara itu Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, deklarasi bersama ini guna mendorong semua pihak untuk mendukung agar Pemilu 2019 berlangsung kondusif di Aceh. Tidak hanya sekedar serimonial, tetapi harus dipatuhi semua pihak, sehingga menjadi landasan untuk menghadirkan semangat pemilu yang berkualitas di Aceh.
“Kita sudah bosan dengan konflik dan penderitaan. Saatnya Aceh bergerak mengejar ketertinggalannya. Hanya dalam suasana damai, pembangunan akan berjalan dengan lancar. Oleh sebab itu, demi Aceh yang sejahtera, maka Pemilu Damai 2019 mutlak harus kita wujudkan,” ungkap Nova.
Nova berpesan, agar terpilihnya pemimpin yang berkualitas. Dalam mencari dukungan agar menyampaikan gagasan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat. Untuk itu wajib mengingatkan para kandidat agar senantiasa bertanggungjawab terhadap masyarakat pemilihnya.
“Pemilu itu sesungguhnya adalah persainginan para kandidar dalam merebut hari masyarakat, melalui visi-misnya. Bukan persaingan sesama masyarakat dalam memberikan dukungan kepada masing-masing kandidar,” tegasnya.
Untuk itu, Nova mengajak seluruh partai politik, alim ulama, tokoh mayarakat, akademisi dan seluruh elemen masyarakat. Mari sukseskan pemilu 2018 tanpa menyebarkan hoax dan kebencian.
“Harus mengedepan kepentingan bersama di atas segala perbedaan dan harus mengatakan tidak pada politik uang,” pintanya.[acl]