Kepada para penyandang disabilitas calon penerima kaki dan tangan palsu, dia berharap agar nantinya kaki dan tangan palsu nantinya dirawat, karena ke depan yang sudah pernah menerima tidak diperkenankan lagi untuk menerima, karena masih banyak penyandang disabilitas di Aceh yang belum mendaptkan bantuan kaki dan tangan palsu.
Pembina Yayasan Kasih Tuna Daksa, Liliyana mengatakan, setelah semua penyandang disabilitas calon penerima bantuan kaki dan tangan palsu melakukan pengukuran, pihaknya akan mencetaknya di Jakarta dalam tempo 6-8 minggu.
“Kami rencanakan secepat mungkin, karena semakin cepat semakin baik, tergantung dari kaki palsu yang kita ukur," katanya.
Idris (72) penyandang disabilitas warga Desa Buloh, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara menjadi pusat perhatian diantara puluhan penyandang disabilitas calon penerima bantuan kaki dan tangan palsu lainnya. Pasalnya, ayah dari 9 orang anak tersebut merakit sendiri kaki palsu dari kayu dan pipa.
“Ini saya buat dari kayu kebetulan saya mentang tukang, namun setelah kecelakaan ditabrak motor saya tidak bisa lagi bekerja karena saya sudah kehilangan kaki,” katanya.