Kirap Pemuda 2018, Mempersatukan Kesatuan Bangsa

September 6, 2018 - 12:05

HABADAILY.COM – Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Prof Faisal Abdullah melepaskan secara langsung peserta Kirab Pemuda 2018 di depan kantor Wali Kota Sabang, Rabu (5/9/2018).

Kirab Pemuda Zona 1/Barat Indonesia dilepaskan sebanyak 45 orang yang angkat berangkat menuju Bali selama 73 hari. Sebelum pelepasan, sebagai simbul perdamaian seluruh peserta Kirab Pemuda 2018 bersama stakeholder melepaskan burung merpati.

Prof Faisal Abdullah dalam sambutannya mengatakan, Kirab Pemuda bertujuan untuk memperkuat indentitas bangsa, memperkuat semangat nasionalisme untuk terus berkreasi dan berprestasi. Pemuda harus menjadi penguat dalam menjalankan pembangunan pemerintah.

“Berani bersatu melawan ketidakpersatuan dalam rangka menanam rasa cinta tanah air. Kirap Pemuda 2018 akan mempersatukan kesatuan bangsa,” kata Prof Faisal Abdulllah, Rabu (5/9/2018) di Sabang.

Katanya, peserta nantinya akan singgah di kabupaten/kota yang dilintasi dan akan bersosialisasi dengan masyarakat setempat, terutama dengan pemuda. Diharapkan, pemuda setempat nantinya akan termotivasi dengan kehadiran peserta Kirap Pemuda 2018 ini.

Prof Faisal Abdullah juga berharap, dengan adanya Kirap Pemuda 2018 ini bisa memantik potensi kreatifitas pemuda. Termasuk bisa meningkatkan perekonomian dan bisa melestarikan budaya. “Termasuk akan melahirkan nantinya pengusaha-pengusaha baru,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, Darmansyah berharap, dengan adanya titik awal Kirab Pemuda 2018 ini bisa meningkatkan kedatangan wisatawan ke Sabang. Karena Sabang termasuk dalam 501  objek wisata yang wajib dikunjungi di dunia.

“Sabang itu diberi julukan Pulau Emas, wajib dikunjungi,” teganya.

Darmansyah menyebutkan, untuk tahun 2018 ini memasang target kedatangan wisatawan ke Sabang mencapai 1,1 juta wisatawan. Kedatangan wisatawan ke Sabang terus terjadi peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2016 ada 5000 wisatawan, tahun 2017 ada 7000 wisatawan yang datang ke Sabang.

“Semakin meningkatna kedatangan wisatawan ke Sabang tentunya akan meningka ekonomi masyarakat Sabang,” jelasnya.

Menurutnya, pemuda cukup berperan menjaga adat dan budaya bangsa. Pemuda juga yang berperan bisa merusak generasi. Seperti pengaruh narkoba, budaya asing yang bebas serta globalisasi.

“Kirab Pemuda 2018 ini bisa menjawab itu semua dan bisa menjaga pengaruh pemuda dari budaya asing,” tutupnya.[acl]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.