Plt Gubernur : Globalisasi Mengancam Kebudayaan

August 6, 2018 - 01:11

HABADAILY.COM – Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof Muhajir Efendi yang berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, minggu malam (5/8/2018).

Baca : Buka PKA 7, Mendikbud Minta Maaf Presiden Tak Bisa Hadir

Pembukaan even empat tahunan ini juga dihadiri seluruh pejabat dan bupati/walikota se-Aceh. Tampak juga Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar dan sejumlah pejabat Forkopimda Aceh.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam sambutannya menyampaikan PKA sudah berlangsung sejak tahun 1958. PKA momen menampilkan hasanah budaya yang tumbuh kembang di Aceh yang beragam.

“Ini diselenggarakan untuk memperkuat kekeluargaan di Aceh, dimana ada beragam budaya yang ada di Aceh,” kata Nova Iriansyah.

Kata Nova, seluruh kebudayaan yang ada di Aceh tidak bisa dipisahkan dari nilai-nilai keislaman. Seperti pepatah Aceh, ‘hukum ngen adat, lage zat ngen sife’t (hukum dengan adat seperti zat dan sifat).

“Cukup penting merawat kebudayaan, karena globalisasi bisa mengancam kebudayaan, kalau tidak dikelola dengan baik,” ungkapnya.

Selain sebagai melestarikan kebudayaan yang ada di Aceh, sebutnya, politisi Partai Demokrat ini juga menyebutkan, PKA menjadi sarana refleksi pembangunan di Aceh. Termasuk investasi, pariwisata, dunia usaha dan sejumlah potensi lainnya yang ada di Aceh.

“Kami berharap pemerintah pusat terus membantu untuk membangun Aceh,” tukasnya.

Peserta PKA ke-7 ini diikuti oleh seluruh kabupaten/kota yang ada di Aceh. Selain itu juga ada sejumlah negara ikut ambil bagian dalam acara PKA yang berlangsung sejak 5-15 Agustus 2018.

Ada sejumlah acara selama PKA yang berlangsung di beberapa titik. Seperti di Museum Aceh, Museum Tsunami, Taman Sari dan sejumlah tempat lainnya. Sedangkan pusat kegiatan PKA ke-7 tetap berada di taman Ratu Safiatuddin di Lamprit, Banda Aceh.[acl]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.