Katanya, sebelumnya sudah terjadi gampa 6,4 SR yang terjadi di Kabupaten Lombok Utara dan Timur. Tiba-tiba masyarakat dikejutkan gempa dengan kekuatan yang lebih besar. Masyarakat panik dan berhamburan di jalan-jalan dan bangunan dan rumah yang sebelumnya sudah rusak akibat gempa sebelumnya menjadi lebih rusak dan roboh.
“Apalagi ada peringatan dini tsunami menyebabkan masyarakat makin panik dan trauma sehingga pengungsian di banyak tempat,” tegasnya.
Hingga pukul 24.00 WIB terjadi 80 kali gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil. BMKG menyatakan bahwa gempa 7 SR tadi adalah gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa sebelumnya. “Artinya kecil kemungkinan akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar,” imbuhnya.
Kepala BNPB Willem Rampangilei bersama jajarannya telah tiba di Lombok Utara menggunakan pesawat khusus dari Bandara Halim Perdanakusuma. Kata Sutopo, tambahan bantuan logistik dan peralatan segera dikirimkan. Ada 2 helikopter untuk mendukung penanganan darurat dikirimkan. BNPB terus mendampingi Pemda, baik Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota terdampak.
Penanganan darurat terus dilakukan. BNPB bersama BPDB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PU Pera, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, SKPD, NGO, relawan dan lainnya terus melakukan penangan darurat.