Jejak Tsunami di Gampong Gurah

February 5, 2018 - 15:46
Kubah masjid berstruktur beton di Gampong Gurah, Aceh Besar | Assauti Wahid | Habadaily.com
2 dari 3 halaman

“Menurut saksi mata yang kembali menceritakan kepada saya, saat tsunami terjadi kubah ini terbawa gelombang dan sempat berputar-putar di kawasan Peukan Bada ini, sebelum akhirnya mendarat di Gampong Gurah,” ungkap Kah Mah, Minggu  04 Februari 2018.

Saat pertama kali terdampat di Gampong itu, ada lembaran-lembaran alquran di bagian penampang di bawah kubah yang berserakan, dan saat ini lembaran itu telah ditempatkan di sebelah sisi bangunan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

Keberadaan kubah masjid ini, kata Keuchik Gampong Gurah, Jakfar adalah sebagai tempat wisata sejarah dan religius, setiap hari Senin, Sabtu dan Minggu ada banyak warga dari daerah lain yang berkunjung ke sana, dan tak terkecuali dari negara lain seperti Malaysia.

Bahkan, kata Jakfar, ada seorang warga Malaysia yang telah membantu untuk merehabilitasi tempat wisata itu, dengan membangun mushola untuk sarana ibadah.

Sesungguhnya, kata Jakfar, pihaknya telah mengusulkan kepada Pemerintah Aceh untuk membangun kawasan kubah masjid ini sebagai situs wisata dengan fasilitas yang lengkap, namun, sampai sekarang belum juga dibangun.

Karena itu, Ia berharap, Pemerintah Aceh serius untuk membangun kawasan kubah masjid ini, sebab selain sebagai situs tsunami, dengan pembangunan kawasan itu sehingga meningkatn jumlah kunjungan wisata.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.