Gampong Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, merupakan satu dari ratusan wilayah di Aceh yang luluhlantak dihempas gelombang tsunamai 26 Desember 2004 silam. Di sana terpampang sebuah bukti sejarah atas musibah 13 tahun lalu tersebut.
Hanya butuh waktu 16 menit untuk mencapai Gampong Gurah dari pusat Kota Banda, letak geografis, Gampong Gurah berada di antara dua bibir pantai, yakni Pantai Ulee Lheu, dan hanya terpaut beberapa kilometer dari Pantai Lhoknga.
Di Gampong Gurah ini, terdapat satu situs peninggalan bukti dahsyatnya gelombang tsunami dan sepenggal kisah dahsyat tsunami Aceh yang terjadi 13 tahun silam.
Situs itu berupa kubah masjid, yang terletak beberapa meter dari kantor Keuchik Gampong Gurah, dengan akses jalan berbatu, berdebu, dan belum diaspal.
Kubah masjid berstruktur beton, dengan kombinasi cat berwarna hitam pada bagian kubahnya, serta didominasi beton bertulang yang merangkai keseluruhan bentuk struktur kubah.
Fatimah (45) alias Kah Mah, nama yang sering dipanggil orang gampong setempat mengatakan, kubah masjid di desanya itu merupakan bagian dari Masjid di Gampong Lamtengoh yang jaraknya lebih kurang tiga kilometer dari posisi kubah saat ini.