2 dari 2 halaman
"Film ini sengaja diputar supaya anak-anak kita tahu sejarah," tambahnya. Menurutnya, Partai Komunis Indonesia (PKI) telah membuat sejarah kelam.
Terkait isi film yang masih kontroversial, Fauzi menilai hal itu hanya pendapat dari orang yang tidak suka terhadap film tersebut.
Untuk diketahui, film "Penghianatan G 30/S PKI" yang disutradarai Arifin C. Noer dengan anggaran Rp.800 juta itu dibuat pada masa Presiden Soeharto. Film itu pertama kali diputar pada 1984 dan menjadi tontonan wajib setiap 30 September selama masa Orde Baru. Namun, sejak 1998 film itu tidak wajib lagi ditayangkan karena menuai kritikan dan dianggap melenceng dari fakta sejarah.[acl]
Ikuti Saluran Habadaily via WhatsApp.
Follow
Ikuti Berita Habadaily di Google News.
Follow