Ketika Warga Kecewa Nonton Film G 30/S PKI

September 21, 2017 - 10:32

HABADAILY.COM - Puluhan warga ikut nonton bersama film berjudul "Penghianatan G 30/S PKI" di Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Rabu (20/09/2017) malam. Pemutaran film tersebut berdasar inisiatif Babinsa Desa Ulee Lheue.

Film itu mulai diputar usai salat Isya dan selesai sekitar pukul 22.00 WIB. Film yang mestinya berdurasi sekitar 271 menit itu, hanya diputar sekitar 90 menit karena bagian-bagian yang menunjukkan kekerasan dipotong. Anak-anak hingga orang tua ikut menonton film itu dari layar tancap.

Ketika film "Penghianatan G 30/S PKI" usai, beberapa warga kecewa karena banyak bagian dipotong. "Minta maaf ni ya, (film) kurang memuaskan," kata Eva saat hendak pulang. Ia mengaku terakhir kali menonton film "Penghianatan G 30/S PKI" pada tahun 1987.

Beberapa warga lainnya juga mengungkapkan kekecewaannya seraya berjalan keluar dari lokasi nonton film.

"(Film ini) Dari pimpinan kita sengaja dipotong. Mungkin karena ada beberapa adegan yang tidak boleh dilihat anak-anak," kata Sertu Fauzi dari Babinsa Desa Ulee Lheue usai film diputar.

"Film ini sengaja diputar supaya anak-anak kita tahu sejarah," tambahnya. Menurutnya, Partai Komunis Indonesia (PKI) telah membuat sejarah kelam.

Terkait isi film yang masih kontroversial, Fauzi menilai hal itu hanya pendapat dari orang yang tidak suka terhadap film tersebut.

Untuk diketahui, film "Penghianatan G 30/S PKI" yang disutradarai Arifin C. Noer dengan anggaran Rp.800 juta itu dibuat pada masa Presiden Soeharto. Film itu pertama kali diputar pada 1984 dan menjadi tontonan wajib setiap 30 September selama masa Orde Baru. Namun, sejak 1998 film itu tidak wajib lagi ditayangkan karena menuai kritikan dan dianggap melenceng dari fakta sejarah.[acl]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.