HABADAILY.COM - Anjeli Qaisya Putri (12) terkulai lemas di atas kasur di rumah singgah milik Children Cancer Care Community. Perban besar membalut bagian kanan kepala gadis asal Bireuen tersebut. Tubuhnya kini tak lagi tambun akibat kanker di telinga kanannya yang terus menggerus kesehatan tubuh Anjeli.
Tumor ganas itu besar, hingga membuat tenggorokan Anjeli menyempit. Akibatnya, ia tidak bisa makan nasi keras maupun lembek, karena akan sangkut. Suaranya juga terdengar kecil. Agar tubuhnya tetap memperoleh gizi, setiap hari ia minum jus dan susu nutrican atas rekomendasi dokter.
Keadaan tersebut sudah berlangsung sejak Anjeli menjalani kemoterapi pertamanya di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh, pada awal Januari 2017 lalu.
Tumor ganas itu dengan cepat menggerogoti tubuh Anjeli sejak muncul sebelum Hari Raya Idul Adha tahun lalu, sekitar September. Waktu itu, telinga Anjeli terasa berdenyut. Orang tuanya kemudian membawanya ke Puskesmas di Kecamatan Kota Juang, Bireuen. Di sana, Anjeli diberikan obat redam denyut.
Seminggu setelah itu, cairan bening bercampur merah keluar dari telinga kanan Anjeli. Perempuan remaja itu masih juga menjalani aktivitas belajarnya di SMP 2 Kota Juang, Bireuen, seperti biasa. Hingga pada hari usai pelajaran olahraga, darah keluar dari telinga kanannnya.
"Kami bawa dia (Anjeli) ke Rumah Sakit dr. Fauziah, Bireuen. Di sana sudah tau ada tumor ganas, kemudian di sedot utk ambil tumor ganas itu," kata ayah Anjeli, Syarifuddin Amin kepada habadaily beberapa waktu lalu.
Sekitar 10 hari setelah tumor ganas diangkat, tumor baru muncul di belakang telinga kanan Anjeli. Penyakit baru ini membuat mulut Anjeli tertarik ke arah telinga kanannya. Kata Syarifuddin, mengutip kata dokter THT di RS Fauziah Bireuen, tumor baru muncul di belakang telinga kanan Anjeli.