Kawasan Tamiang Hulu juga merupakan kawasan rawan banjir seluas 1.483 hektar. Rawan geologi berupa pergeseran tanah sebanyak 220.840,89 hektar di seluruh Aceh Tamiang, termasuk di dalamnya adalah Tamiang Hulu (15.698,83 ha).
“Pengalaman korban banjir tahun 2015 di Tamiang Hulu, warga mengungsi sebanyak 20.062 KK, rumah terdam lebih kurang 2.370 rumah, sawah rusak 1.571 Ha,” jelasnya.
Resiko kekeringan juga akan sangat rentan terjadi dan mengancam sumber mata air diantaranya akan mengeringkan sebanyak 3.431 dan 508 anak sungai di Kecamatan Taming Hulu. Khusus di Gampung Kaloy akan terjadi kekeringan 822 sumur dan 202 anak sungai.
Sementara kebutuhan air di sana cukup tinggi. Selain untuk kebutuhan warga, hewan dan lahan pertanian, sedangkan air yang akan difungsikan untuk PT TSA untuk semen yakni 3,5 ton semen membutuhkan air 1 ton air dan tenaga listrik (110 – 140 kWH/ton) dan tenaga panas (800 – 900 Kcal/ton) atau merupakan tenaga kerja besar (+ 1-2 TK/ton)