Ini Perkiraan Resiko Bencana untuk Tamiang Hulu

July 30, 2016 - 12:48
Direktur Walhi M Nur memberi keterangan pers terkait izin lahan PT TSA di Sekretariat Walhi Aceh, Kamis (28/07/2016) | Juli P Mudo | Habadaily.com
2 dari 3 halaman

Kawasan Tamiang Hulu juga merupakan kawasan rawan banjir seluas 1.483 hektar. Rawan geologi berupa pergeseran tanah sebanyak 220.840,89 hektar di seluruh Aceh Tamiang, termasuk di dalamnya adalah Tamiang Hulu (15.698,83 ha).

“Pengalaman korban banjir tahun 2015 di Tamiang Hulu, warga mengungsi sebanyak  20.062 KK, rumah terdam lebih kurang 2.370 rumah, sawah rusak 1.571 Ha,” jelasnya.  

Resiko kekeringan juga akan sangat rentan terjadi  dan mengancam sumber mata air diantaranya akan mengeringkan  sebanyak 3.431 dan 508 anak sungai di Kecamatan Taming Hulu. Khusus di Gampung Kaloy akan terjadi kekeringan 822 sumur dan 202 anak sungai.

Sementara kebutuhan air di sana cukup tinggi. Selain untuk kebutuhan warga, hewan dan lahan pertanian, sedangkan air yang akan difungsikan untuk PT TSA untuk semen yakni 3,5 ton semen membutuhkan air  1 ton air dan  tenaga listrik (110 – 140 kWH/ton) dan tenaga panas (800 – 900 Kcal/ton) atau merupakan tenaga kerja besar (+  1-2 TK/ton)

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.