Pria yang juga aktif sebagai pengurus organisasi petani tingkat nasional ini menegaskan ada langkah operasi kontra intelejen yang dilakukan oleh mafia import gula putih dan para peyelundup gula putih kristal untuk menghancurkan industri gula rafinasi yang masih sangat diperlukan untuk memasok industri makanan dan minuman
"Ada upaya besar dari para mafia import gula putih yang terkenal dengan sebutan 7 samurai gula yang sudah dicabut izinnya saat pemerintahan SBY- Budiono karena akibat ulah 7 samurai importir gula putih kristal saat itu selalu meyebabkan harga gula yang tinggi akibat ulah mereka dan telah menyebabkan inflasi pangan," imbuhnya.
Menyikapi fenomena ini, IDM menurut Bin mendrsak Presiden Joko Widodo agar jangan tertipu dengan rekomendasi Panja gula DPR yang diduga ada benang merah antara pernyataan Wakil Ketua Panja Gula DPR Abdul Wahid yang meminta pemerintah mencabut 9 izin industri gula rafinasi dengan operasi agenda setting oleh tujuh samurai importir gula putih yang ingin mendapatkan izin import gula putih kristal yang selalu merugikan masyarakat dan petani tebu
Tak hanya itu Bin mengatakan pihaknya menyayangkan sikap kader Partai Gerindra Abdul Wahid yang kurang mengerti tentang tata niaga gula nasional dan tidak berpihak pada masyarakat yang menjalankan usaha kecil menengah disektor makanan dan minuman yang membutuhkan produk industri gula rafinasi dimana UKM merupakan cerminan ekonomi kerakyatan.
"Sebaik Gerindra memanggil Abdul Wahid dan menariknya dari panja gula DPR karena akan membuat simpatik masyarakat menurun terhadap Gerindra," katanya.