HABADAILY.COM - Akhir-akhir ini disinyalir ada operasi senyap yang dilakukan oleh mafia importir gula kristal putih terhadap industri gula rafinasi di Indonesia.
"Cara kerja pertama, mengadu domba antara petani tebu dan pabrik gula putih kristal dengan industri gula rafinasi yaitu dengan cara mengunakan usaha makanan dan minuman fiktif untuk membeli gula dari industri rafinasi, kemudian gula rafinasi tersebut dijual kembali atau dirembeskan ke pasar pasar dengan harga yang sangat murah bila dibandingkan gula pasir tebu," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring Bin Firman Tresnadi kepada wartawan, Senin ( 11/4/2016).
Menurut Bin, hal ini terbukti dengan investigasi tim pencari fakta di Cimahi , Purwokerto, Banjarnegara, Gunung Kidul, Surabaya ,Garut, Tasikmalaya ,Bogor,Bekasi, Depok.
Sementara itu hasil investigasi Indonesia Development Monitoring ke pedagang pasar di kota- kota yang terjadi rembesan gula rafinasi. Menurut pedagang mereka mengatakan membeli gula rafinasi yang dipacking dalam karung tanpa merk dari mobil yang berkeliling dan hal ini tentu sangat merugikan industri gula rafinasi nasional
"Dengan begitu industri gula rafinasi nasional akan dituduh menjual gula rafinasi langsung ke pasar dan dijadikan sebagai musuh bersama petani tebu," tandasnya.