Muzakir Manaf Dielu-elukan Pendukung Anti Wahabi

October 1, 2015 - 12:46
Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf saat berada di tengah-tengah massa Aswaja di Makam Syiah Kuala, Banda Aceh.

HABADAILY.COM – Ribuan massa kelompok Ahlisunnah Waljamaah (Aswaja) yang datang dari sejumlah kebupaten/kota kembali mendatangi Banda Aceh. Massa pun mengelu-elukan Muzakir Manaf yang menjabat Wakil Gubernur Aceh.

Massa berkumpul di makan Syiah Kuala Desa Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh sejak pagi, Kamis (10/1). Selain hadir sejumlah ulama dan tokoh organisasi lintas generasi. Hadir juga di tengah-tengah masa Muzakit Manaf yang akrap disapa Muallem duduk di panggung utama.

Muzakir Manaf juga sempat diangkat ramai-ramai oleh massa saat selesai berziarah ke Makam Syiah Kuala. Makam seorang tokoh ulama karismatik yang kuburannya hanya rusak ringan saat Aceh dihantam tsunami 2004 silam.

Setiap orasi yang disampaikan oleh perwakilan organisasi dan daerah di panggung utama selalu menyebut nama Muallem sebagai pemimpin Aceh masa depan. Kemudian massa pun menyambut dengan teriakan dan mengelu-elukan nama Muallem.

Salah seorang orator, Muslim Attahiri mengatakan, meskipun Wakil Gubernur Aceh, tetap menjalankan amanahnya. Apa lagi Muzakir Manaf saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas sebagai Gubernur Aceh bisa menandatangani hanya ada satu aliran di Aceh.

“Meskipun Muallem sebagai wakil tetap menjalankan amanahnya,” kata Muslim Attahiri.

Ia pun mendesak Muzakir Manaf untuk menandatanani surat rekomendasi untuk menolak Wahabi di Aceh. Di Aceh menurut Muslim hanya boleh Aswaja yang membuat kedamaian.

Mengelu-elukan Muzakir Manaf sebagai pemimpin Aceh masa depan juga disampaikan oleh orator lainnya Ali Basyah. Ali Basyah bahkan menyebutkan Muzakir Manaf sudah menjadi pemimpin yang mendukung  Aswaja.

“Tgk Muallem yang sudah ambil bagian jadi pemimpin Aceh,” teriak Ali Basyah.

Sementara itu, Muzakir Manaf yang hadir langsung pada acara tersebut memberikan sambutan di hadapan ribuan massa Aswaja. Pada kesempatan itu, Muzakir Manaf meminta kepada seluruh massa agar mau salat berjamaah 5 waktu.

Karena selama ini ia mengaku telah berkeliling Aceh setiap masjid hanya terdapat orang yang sudah tua salat berjamaah. Sedangkan yang muda-muda tidak terlihat sama sekali dan banyak masjid kosong, terutama saat salat subuh.

“Kalau mau salat berjamaah 5 waktu, jangan hanya yang salat orang yang sudah bau tanah, maka baru saya teken ini (surat tolak Wahabi),” ucap Muzakir Manaf.[]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.