Panglima TNI : Proxy War Ancam Indonesia

September 18, 2015 - 19:00

HABADAILY.COM – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebutkan, ancaman nyata yang sedang mengancam dunia internasional saat ini ialah krisis energi. Pertumbuhan manusia yang tidak terkendali akan membahayakan kesediaan pangan dan menyebabkan banyak orang berada dalam kehidupan kurang layak.

Menurut data yang diperoleh Gatot, pada 2011 sisa cadangan minyak dunia tinggal 45 tahun lagi, dan akan lebih cepat habis karena konsumsi energi meningkat 41 persen. Ia menyebutkan, konflik yang terjadi di negara seperti Iran, Libya, Mesir, dan Nigeria juga disebabkan persoalan minyak.

“70 persen konflik dunia berlatar belakang karena energi. Jadi waktu energi itu habis, wilayah yang akan jadi target selanjutnya ialah wilayah ekuator. Kesuburan wilayah ekuator bisa dicocok tanam sepanjang tahun. Indonesia salah satunya,” kata Gatot saat menyampaikan kuliah umum di AAC Dayan Dawood, Jumat (18/9/2015).

Saat ini, kata Gatot, masyarakat Indonesia harus berhati-hati dengan proxy war, yaitu perang dengan menggunakan pihak ketiga sebagai musuh. Dalam proxy war, lanjutnya, akan sulit mengira lawan dan kawan.

“Sekarang proxy war ancam Indonesia. Kita bisa saja kita dihancurkan dari dalam. Pandangan negatif antar lembaga akan membuat kita mudah hancur. Kita harus bisa tetap bersatu agar bisa bertahan,” kata Gatot.

Ia melanjutkan, proxy war sudah meraba perekonomian dunia dan menyebabkan kurs dolar terus naik hingga berdampak ke Eropa dan Indonesia. Dalam krisis energi, negara internasional akan berusaha merebut kekayaan alam Indonesia.

“Semua konflik itu karena energi. Jika penduduk semakin banyak dan energi semakin menipis, lalu orang mau makan apa? Makanya kita harus mikirin masa depan,” ujarnya.

Untuk menyelamatkan Indonesia dari konflik energi, ia memaparkan beberapa solusi. Indonesia sebagai negara maritim dan agraris harus bisa menghemat energi dan mempertahankan kesuburan tanahnya, kata Gatot. Selain itu, kearifan lokal juga perlu diperhatikan.[acl]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.