Ulama Dayah Minta Kelola Masjid Baiturrahman

September 10, 2015 - 12:10

HABADAILY.COM – Ribuan santri dayah dari seluruh Aceh melakukan parade di Banda Aceh, Kamis (10/9). Parade ini dimaksud agar di Aceh menerapkan hukum Islam ahlisunnah waljama’ah. Termasuk mengembalikan pengurus Masjid Raya Baiturrahman kepada ulama dayah.

Sebelum melakukan parade, peserta aksi yang mayoritas menggunakan pakaian putih berkumpul terlebih dahulu di makam Syiah Kuala, ulama karismatik Aceh untuk melakukan tausiah. Setelah mendengar tausiah selama lebih kurang 1 jam, baru kemudian melakukan parade.

Massa kemudian bergerak dengan berjalan kaki menuju kantor Gubernur Aceh, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Masjid Raya Baiturrahman untuk salat zuhur dan terakhir menuju Pendopo Gubernur Aceh.

Koordinator Lapangan (Korlap), Muhammad Yusuf Qardawi mengatakan, kedatangan ribuan santri ini meminta kepada Gubernur Aceh menandatangani petisi. Ada 12 poin tuntutan ulama dayah yang harus ditandatangan oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah.

“Ada 12 poin yang harus ditandatangani, sudah ada sama kami, nanti di pendopo akan kami perlihatkan,” kata Muhammad Yusuf Qardawi, di makam Syiah Kuala.

Diantara 12 poin tersebut Muhammad Yusuf Qardawi hanya memberitaukan bahwa hukum Islam di Aceh harus kembali pada ajaran ahlisunnah waljamaah. Selain itu manajemen Masjid Raya Baiturrahman diserahkan kepada ulama dayah.

“Pengelolaan Masjid Raya Baiturrahman ini nantinya kita diminta dikelola ulama dayah dibawah koordinasi Lembaga Wali Nanggroe,” ungkap Muhammad Yusuf Qardawi.

Qardawi menjelaskan, ulama dan santri dayah seluruh Aceh besar harapan Gubernur Aceh bersedia menandatangani petisi tersebut. “Kami sangat berharap Gubernur mau tandatangan petisi ini,” tukasnya.[]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.