Meski tanpa suku cadang baru, Zarco menilai situasi ini justru memberinya kesempatan untuk mengasah gaya berkendara. Ia percaya bahwa konsistensi perasaan (feel) antara tubuh pembalap dan motor seringkali lebih menentukan daripada sekadar pembaruan perangkat keras.
Keberhasilan Zarco memulai balapan dari posisi depan di Jerez memberinya keuntungan taktis. Ia bisa mengamati langsung bagaimana motor-motor rival bekerja dari jarak dekat.
"Bagi seorang pembalap, bertahan bersama pembalap terdepan adalah cara terbaik untuk menganalisis perbedaan antar motor," tambahnya.
Menyinggung perubahan regulasi besar-besaran yang akan datang pada tahun 2027, Zarco mengaku merasakan campuran antara rasa penasaran dan nostalgia. Dengan adanya perubahan teknis yang diprediksi akan menurunkan kecepatan puncak (top speed), Zarco bertekad untuk menikmati performa maksimal motor MotoGP generasi sekarang.