Lebih lanjut, AMANAH diarahkan menjadi pusat kurasi ide, inkubasi bisnis, serta penguatan komersialisasi kekayaan intelektual. Kolaborasi multipihak terus diperkuat dengan melibatkan perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan, dan komunitas.
“Sinergi ini penting untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari pembiayaan, pemasaran, hingga perlindungan kekayaan intelektual,” ungkapnya.
Dengan penguatan ekosistem tersebut, program AMANAH kini difokuskan pada perluasan akses pendanaan, peningkatan promosi, serta dorongan ekspor produk kreatif. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan investasi sekaligus membuka lapangan kerja baru.
“Kita optimistis, melalui langkah kolaboratif ini, Aceh dapat memperkuat posisinya tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di level global,” tutupnya.(**).
Editor: Suryadi