Masjid Putih HM Hanafiah: Ikon Baru Lhoksukon, Aceh Utara, yang Memadukan Kemegahan, Kenyamanan dan Wisata Religi

April 22, 2026 - 00:27
Masjid HM Hanafiah, Desa Ranto, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. (FOTO: Muqsal Mina, Duta Wisata Aceh 2025).

HABADAILY.COM - Ketika suara azan berkumandang tak kala diwaktu Dzuhur, Maghrib, Ashar, Isya bahkan Subuh, langkah demi langkah membawa pengunjung memasuki kawasan Desa Ranto, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Di sinilah berdiri salah satu ikon religi terbaru, yakni Masjid HM Hanafiah, atau yang lebih akrab dikenal masyarakat sebagai Masjid Putih Lhoksukon.

Dari kejauhan, bangunan bercat putih dengan arsitektur khas Timur Tengah itu tampak mencolok di tengah hiruk-pikuk kota. Masjid ini berdiri anggun dengan tujuh kubah dan dua menara yang menjulang megah ke langit.

Sore itu, tak lama setelah tiba, azan asar berkumandang. Suara panggilan salat menggema dari seluruh penjuru masjid, mengundang para jamaah yang datang dari berbagai arah.

Suasana sore itu tampak hidup, jemaah lokal berdatangan, begitu pula musafir dari luar daerah yang singgah di tengah perjalanan. Sebagian datang untuk menunaikan salat, sementara sebagian lainnya meluangkan waktu untuk menikmati keindahan arsitektur masjid dan mengabadikan momen di pelatarannya.

Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 6.377 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 816 meter persegi dan kapasitas tampung sekitar 880 jemaah. Sejak diresmikan pada 5 Maret 2024, bertepatan dengan haul perdana wafatnya H. Muhammad Hanafiah, pendiri PT Dunia Barusa. Masjid ini telah berkembang menjadi simbol baru wajah modern Kota Lhoksukon.

Muqsal Mina, Duta Wisata Aceh 2025, saat di Masjid HM Hanafiah, Desa Ranto, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. (FOTO: Muqsal Mina, Duta Wisata Aceh 2025)

Namun, daya tarik Masjid HM Hanafiah bukan hanya terletak pada tampilan luarnya. Kesan kagum justru semakin terasa ketika memasuki ruang utama salat. Di dalamnya, terbentang karpet berwarna krem yang menambah nuansa hangat dan elegan, berpadu dengan lampu gantung besar di tengah ruangan. Pada bagian mihrab dan dinding utama, tampak ornamen kaligrafi berwarna emas menyerupai nuansa pintu Ka’bah, menghadirkan kesan sakral sekaligus mewah.

Seluruh fasilitas di masjid ini pun tertata rapi dan terstruktur. Petunjuk arah dibuat jelas dan mudah dipahami, area wudhu tertata sangat bersih, serta fasilitas pendukung tersedia secara lengkap. Nuansa nyaman itu membuat banyak pengunjung betah berlama-lama di dalam masjid.

Menurut Muqsal Mina, Duta Wisata Aceh 2025, kehadiran masjid ini menjadi contoh bagaimana rumah ibadah dapat dibangun tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga modern dalam pelayanan.

“Masjid seperti ini menunjukkan bahwa fasilitas ibadah bisa dibangun dengan standar yang modern, nyaman, dan inklusif. Kehadiran Masjid HM Hanafiah menjadi bukti bahwa Aceh terus berkembang dalam menghadirkan sarana publik yang berkualitas, sekaligus dapat menjadi daya tarik wisata religi baru di daerah,” kata Muqsal Mina kepada Habadaily.com, Rabu (22/04/2026).

Kehadiran para musafir yang rutin singgah juga menunjukkan bahwa masjid ini mulai dikenal luas sebagai tempat persinggahan favorit di jalur lintas Aceh Utara. Banyak pengunjung memanfaatkan waktu setelah salat untuk beristirahat sejenak sambil menikmati suasana tenang dan kemegahan bangunan.

Muqsal Mina juga berkesempatan berbicara dengan sejumlah jamaah, mereka juga mengungkapkan Kekaguman. Nursyifa Syawani, salah satu pengunjung, mengaku sangat terkesan dengan kenyamanan fasilitas di masjid tersebut.

Masjid HM Hanafiah, Desa Ranto, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. (FOTO: Muqsal Mina, Duta Wisata Aceh 2025).

“AC-nya dingin, jadi buat kita betah lama-lama di masjid. Kamar mandinya juga bersih dan fasilitasnya lengkap. Aku belum pernah lihat yang seperti ini di Aceh sebelumnya,” ujar Nursyifa.

Kesan kebanggaan serupa disampaikan oleh Khalilullah, seorang mahasiswa UIN. Ia menilai kehadiran masjid ini telah menjadi simbol kebanggaan baru bagi masyarakat Aceh Utara ini.

“Kalau di Banda Aceh ada Masjid Baiturrahman, maka di sini ada Masjid Hanafiah,” katanya singkat, menggambarkan posisi masjid ini sebagai landmark baru yang mulai melekat dalam identitas daerah.

Kini, Masjid Putih Lhoksukon bukan sekadar tempat menunaikan ibadah. Bangunan ini telah menjadi landmark baru, tempat persinggahan para musafir, destinasi wisata religi, sekaligus simbol kemajuan arsitektur dan pelayanan publik di Aceh Utara.

Bagi siapa pun yang singgah, masjid ini tidak hanya menghadirkan ruang untuk berdoa—tetapi juga pengalaman menikmati kemegahan, ketenangan, dan kenyamanan dalam satu tempat yang sama.

Editor: Suryadi

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.