Pengembangan Wisata Ekonomi Kreatif Berbasis Kerawang Gayo di Kampung Bebesen

April 21, 2026 - 12:06
Pengembangan Wisata Ekonomi Kreatif Berbasis Kerawang Gayo di Kampung Bebesen. (FOTO: HO I Duta Wisata Aceh Tengah 2025).

HABADAILY.COM - Mengenakan sesuatu yang memiliki nilai sejarah dan budaya tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap insan. Memakai pakaian dengan ciri khas dari tanah kelahiran, sudah pasti menumbuhkan rasa bangga.

Salah satunya adalah Kerawang Gayo yang saat ini telah menjadi warisan budaya. Kekhasan motifnya dipercaya mampu mengangkat derajat setiap penggunanya.

Kerawang Gayo merupakan motif hias etnis Gayo yang terinspirasi dari bentuk-bentuk flora dan fauna. Motif-motif tersebut diukir atau diaplikasikan pada berbagai media yang ada di sekitar masyarakat, seperti kayu bangunan, keramik, bahan anyaman, tenunan kain, hingga logam.

Sejauh ini, pengembangan wisata ekonomi kreatif berbasis Kerawang Gayo di Kampung Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, menjadi langkah strategis dalam mengangkat potensi lokal sekaligus melestarikan budaya daerah.

Duta Wisata Aceh Tengah 2025, Ratu Meutia Balqis.

Di mata Duta Wisata Aceh Tengah 2025, Ratu Meutia Balqis, Kerawang Gayo tidak sekadar warisan budaya khas dengan motif yang penuh makna. Kini, kerajinan tersebut tidak hanya diproduksi sebagai barang seni, tetapi juga dikembangkan sebagai daya tarik wisata edukatif.

"Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pengrajin lokal, pelaku UMKM, hingga pemerintah daerah dan masyarakat setempat yang berperan aktif dalam pengelolaan serta promosi wisata," kata Ipak Ratu Meutia Balqis, Selasa (21/4/2026).

Menurut penuturan Ratu, pengembangan Kerawang Gayo dilakukan secara berkelanjutan sejalan dengan meningkatnya perhatian pada sektor ekonomi kreatif. Hal ini merupakan upaya turun-temurun demi mempertahankan khazanah budaya daerah.

"Tujuan utama dari pengembangan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkenalkan Kerawang Gayo ke khalayak luas, serta menjadikan Kampung Bebesen sebagai destinasi wisata budaya yang memiliki daya saing," ujarnya.

Pasangan dari Win Aden Guntara ini juga menambahkan bahwa ada banyak upaya yang telah dilakukan. Beberapa di antaranya meliputi pelatihan bagi pengrajin, inovasi desain produk, promosi melalui media digital, hingga penyediaan paket wisata edukasi yang memungkinkan pengunjung melihat langsung proses pembuatan Kerawang Gayo.

"Tentu dengan pendekatan ini, wisatawan tidak hanya datang berkunjung, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang berkesan tentang nilai budaya dan kearifan lokal," sebutnya.

Pengembangan Wisata Ekonomi Kreatif Berbasis Kerawang Gayo di Kampung Bebesen. (FOTO: HO I Duta Wisata Aceh Tengah 2025).

Sebagai informasi, Kerawang Gayo memiliki beragam motif yang sarat makna, antara lain: Emun berangkat (awan berarak), Pucuk ni tuwis (pucuk rebung), Ulen-ulen (bulan-bulan), Mutik (putik), Puter tali (jalinan tali), Bunge ulen-ulen (bunga bulan), Bunge ni terpuk (bunga kuncung), Bunge ni pertik (bunga pepaya), Bunge lao (bunga matahari),  Bunge kemang (bunga yang sedang kembang), Bur/baur (gunung), Bintang bulan (bintang dan bulan), Nege (naga), Iken/gule (ikan) dan Mata itik (mata itik).

Melalui pengembangan yang berkelanjutan, Kampung Bebesen diharapkan mampu menjadi pusat wisata ekonomi kreatif yang unggul di Aceh Tengah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Ayo berkunjung ke Kampung Bebesen dan lihat langsung keindahan Kerawang Gayo, warisan budaya yang terus hidup dan menginspirasi!

Editor: Suryadi

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.